Senin, September 26, 2022
Beranda POLITIK DPRD Lampung Timur Tidak Akan Campuri Proses Hukum WY

DPRD Lampung Timur Tidak Akan Campuri Proses Hukum WY

Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Dewan Perwakilan Rakyat Dewan (DPRD) Lampung Timur tidak akan mencampuri proses hukum terhadap WY anggota DPRD Lampung Timur.

Hal tersebut di ungkapkan Ketua DPRD Lampung Timur usai paripurna mendengarkan Pidato Presiden RI dalam rangka HUT RI ke 77, Selasa (16/8/2022).

Dikatakan Ali Johan Arif, DPRD Lampung Timur tetap menjunjung asas praduga tak bersalah atas proses hukum yang dialami WY dan mempercayakan penanganan proses hukum di Polres Lampung Timur.

“Kita harus hormati penanganan hukum dan menghormati asar praduga tak bersalah dan tidak akan ikut campur dalam proses hukum,” ujar Ali Johan Arif kepada perspektiflampung.com.

Lebih lanjut, Ali Johan Arif juga mengingatkan kepada WY untuk koperatif dalam menjalani proses hukum. “DPRD Lampung Timur menghargai dan menghormati proses hukum, dan yang bersangkutan diharapkan kooperatif dalam menjalani proses hukum,” ujar Ali Johan Arif.

Terkait hak sebagai anggota DPRD Lampung Timur, Ali Johan Arif mengatakan hilangnya hak seseorang sebagai anggota DPRD ada 3 hal yang pertama berhalangan tetap, mengundurkan diri dan diberhentikan.

Selama menjalani proses hukum, bila WY tidak mengundurkan diri atau di berhentikan sebagai anggota partai politik, sebelum ada keputusan hak-haknya sebagai anggota DPRD Lampung Timur tetap akan di berikan.

Diberitakan sebelumnya, Polres Lampung Timur melakukan penahanan terhadap anggota DPRD Lampung Timur WY warga Kecamatan Batanghari, Jumat (12/8/2022).

Selain WY, turut diamankan juga TI dan Su warga Kecamatan Batanghari atas dugaan tindak pidana korupsi. Ketiga tersangka diduga melakukan pungutan bantuan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) tahun 2022.

Kapolres Lampung Timur AKBP Zaki A. Nasution didampingi Wakapolres Kompol Sugandi Satya Nugraha, Kasat Reskrim Iptu Johannes EPS, Kasi Humas AKP Holili saat konferensi pers di halaman Mapolres Lampung Timur menjelaskan, ketiganya langsung dilakukan penahanan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Dikatakan Kapolres, ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam melakukan pungutan kepada pelaksana kegiatan di 10 desa. Masing-masing Desa Telogorejo, Bumi Emas, Balaikencono, Sumber Agung, Sumberrejo, Rejo agung, Balerejo, Bumiharjo Kecamatan Batanghari dan Desa Sukoharjo dan Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung.

Modusnya, para tersangka melakukan pungutan uang bantuan program P3-TGAI secara paksa kepada para penerima program masing-masing sebesar Rp 15.000.000, sampai Rp 20.000.000, per desa. sebanyak 10 desa, 8 desa di Kecamatan Batanghari dan 2 desa di Kecamatan Sekampung.

Dari hasil pungutan uang secara paksa tersebut para tersangka berhasil mendapatkan uang sejumlah Rp. 169 juta.

“Dari 10 desa, 8 dari Kecamatan Batanghari dan 2 Kecamatan Sekampung, pungutan sebesar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta, total yang dipungut sebesar Rp 169 juta,” terang AKBP Zaky A. Nasution.

Ditambahkannya dari tangan para tersangka berhasil diamanatkan barang bukti uang sebesar Rp. 157,050 juta, 1 unit Laptop, 12 unit ponsel dan dokumen.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka diancam pasal 12 huruf E atau 12 huruf B Undang-undang  Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 15 Undang – undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Ancaman hukuman paling singkat 4 tahun paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 milyar,” kata AKBP Zaky A. Nasution.

Lebih lanjut, saat ini Sat Reskrim Polres Lampung Timur masih terus mengembangkan, kemungkinan masih akan ada tersangka lain. (Fri)



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Iklan

Iklan

Most Popular

Recent Comments