PERSPEKTIF-Sarisih (42) Warga Desa Sumbersari Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur akhirnya dapat berkumpul dengan Ferdina Nur Fitria (21) yang berpisah sejak 15 tahun lalu, Senin (24/9).
Sarisih didampingi Petugas BNP3 TKI Lampung tiba dirumahnya sekitar pukul13.30 WIB dan langsung disambut Ferdinan Nur Fitria dan orang tuanya beserta tetangga dan kerabatnya.
Siang hari yang panas menyengat seketika berubah menjadi haru biru saat Sarisih untuk pertama kali menginjakkan kakinya di halaman rumah.
Sarisih kepada Perspektiflampung.com mengaku, bagaikan mimpi dapat kembali pulang ke Indonesia dan bertemu dengan putri semata wayang yang ditinggalkan sejak masih berusia 6 tahun. “Saya berasa mimpi, bisa kembali bertemu dengan anak dan ayah saya,” kata Sarisih.
Diungkapkan Sarisih, untuk dapat pulang ke Indonesia mengalami proses yang cukup panjang. Selama bekerja di Jordania mendapatkan majikan yang cukup baik, hanya saja saat untuk meminta izin pulang ke Indonesia hanya di beri janji. Berkat bantuan kedutaan besar Indonesia di Jordania, akhirnya dapat sampai di tanah air. “Proses di Kedutaan sejak bulan Juli lalu, setelah melalui proses akhirnya dapat pulang ke Indonesia,” kata Sarisih.

Diakuinya, niat pertama bekerja sebagai TKW adalah untuk membiayai pendidkan Ferdina, karena saat itu ayah Ferdina mengalami sakit-sakitan. Selama bekerja di Jordania, 2 tahun pertama tidak ada kendala berkomunikasi dengan keluarga, setelah itu tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga selama 6 tahun. Berkat bantuan anak majikan akhirnya dapat kembali berkomunikasi dengan keluarga berbekal catatan nomor telpon. “Anak majikan saya itu yang membantu, karena merasa kasihan sudah lama tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga,” kata Sarisih.
Ferdina Nur Fitria mahasiswa semester akhir di UIN Raden Intan Lampung saat ditemui mengaku sangat terharu dengan kedatangan ibunya yang sejak 15 tahun lalu dirindukan. “Saya sangat senang dan terharu bisa berkumpul lagi dengan ibu saya, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihah yang telah membantu kepulangan ibu saya,” kata Ferdina.
Ferdina mengaku sejak ditinggal ibunya pada usia 6 tahun tinggal bersama ayahnya serta kedua kakek dan neneknya. Tak lama ibu pergi ke Jordania, Ayahnya meninggal dan disusul kemudian neneknya. Saat ini kakeknya juga dalam kondisi kesehatan yang kurang baik. “Saya berusaha untuk membujuk ibu agar segera pulang, karena kondisi kakek yang sakit-sakitan,” kata Ferdina.

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Lampung Timur, Budi Yull sempat mendatangi rumah Sarisih untuk melihat langsung kondisi kesehatan Sarisih setiba di rumah. “Bu Sarisih dalam kondisi kesehatan yang cukup baik, daya ingatnya mengenali kerabat dan tetangganya masih cukup baik,” kata Budi Yull. (fri)






