Perspektiflampung.com-Nasib tragis dialami ASL (16), warga Desa Mengandung Sari Sekampung Udik Lampung Timur, hanya lantaran ingin pulang karena kangen orang tua, ia digorok suaminya hingga tewas.
Ironisnya, wanita muda itu baru dinikahi pelaku, Junaidi (32), lima hari yang lalu. Korban pertama kali ditemukan sudah bersimbah darah oleh mertuanya, Minggu (20/1) sekira pukul 15.00 WIB.
Insiden tersebut, kontan membuat gempar masyarakat setempat.
Saksi yang menyaksikan korban tak bernyawa, langsung sambil menangis. Tak lama, datang adik pelaku, dan ikut berteriak. Kemudian adik pelaku menelpon pelaku yang berada di pasar yang berjarak 100 meter dari lokasi.
Tak lama, para tetanga menghubungi kepala desa dan kepala desa menghubungi bhabinkamtibmas dan babinsa setempat.
Mendapat laporan, aparat kepolisian langsung datang dan melakukan olah tkp di lokasi kejadian. Saat itu, pelaku yang juga ada di lokasi menyebutkan, bahwa istrinya bunuh diri. Namun, melihat dari luka korban, pihak kepolisian curiga kalau korban diduga dibunuh, bukan bunuh diri.
Polisi, kemudian melakukan pemeriksaan intensif terhadap suami korban. Dan, setelah didesak oleh bhabinkamtibmas dan babisa, suami korban akhirnya mengaku, bahwa dirinya telah membunuh istrinya dengan menyembelihnya menggunakan sebilah badik.
Kepada polisi, pelaku beralasan kesal dengan istrinya yang minta diantarkann pulang karena kangen dengan orang tuanya, yang beralamat di Desa Sidorejo Sekampung Udik Lamtim.
Kapolres Lamtim, AKBP Taufan Dirgantoro, melalui Kapolsek Sekampung Udik Iptu Sudarli, membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Untuk pengembangan penyidikan, pelaku langsung diamankan ke Mapolres setempat, sedangkan jenazah korban dibawa ke RSUD Sukadana untuk menjalani otopsi. “Pelaku sudah kami amankan, kami akan melakukan pengembangan penyidikan,” ujar Iptu Sudarli. (*)






