Perspektiflampung-Ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Sekampung mengalami gagal panen (puso) akibat terendam air.
Lahan pertanian yang gagal panen berada di Desa Trimulyo sebanyak 18 hektar tanaman padi dan 28 hektar tanaman jagung, Desa Jadimulyo 18 hektar padi, Desa Girikarto 25 hektar padi, Desa Karyamukti 22 hektar padi dan 8 hektar jagung, Desa Sidomulyo 5 hektar padi, Desa Sidomukti 15 hektar padi dan 2,5 hektar padi.
Utik Suarsih koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Sekampung mengatakan total lahan pertanian yang mengalami Poso seluas 100,5 hektar tanaman padi dan 36 hektar tanaman jagung. Luas lahan pertanian yang mengalami gagal panen diperkirakan akan terus bertambah mengingat curah hujan yang tinggi. “Sampai 19 Februari tercatat 100,5 hektar padi dan 37 tanaman jagung Poso,” kata Utik Suarsih.
Ditambahkannya, tanaman yang mengalami gagal panen merupakan tanaman berusia 10 hari hingga 80 hari sesudah tanam. ””Laporan yang masuk ada tanaman yang menjelang panen terendam air dan mengakibatkan gagal panen,” terang Utik Suarsih.

Lebih lanjut, untuk membantu meringankan beban petani, luas lahan yang mengalami gagal panen telah dilaporkan dengan harapan mendapat bantuan benih yang bersumber dari Cadangan Benin Nasional (CBN). “Luas lahan yang gagal panen semudah dilaporkan untuk dapat diganti dengan cadangan benih,” kata Utik Suarsih.
Utik Suarsih juga menghimbau kepada petani untuk meningkatkan kewaspadaan dikarenakan curah hujan masih tinggi. (Fri)






