Perspektiflampung – Rencana DPRD Lamtim membentuk pansus percepatan penanganan coronan virus (Covid-19), mendapat dukungan dari beberapa elemen, diantaranya dari Non Goverment Organisation Jaringan Pemberantasan Korupsi (NGO – JPK) Kordinator Daerah Lamtim.
“Kami baru menyepakati kesepakatan, setelah pembentukan pansus baru mereka melaksanakan. Yang penting sepakat dulu semua pihak,” ujarnya saat di jumpai di Ruang kerja Fraksi Gerindra, (13/4).
Sendana disampaikan Wakil Ketua DPRD Lamtim, M Akmal Fathoni, menurutnya, seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) menyepakati dan melanjutkan pembahasan LKPJ dan pembentukan Pansus Covid 19. Selanjutkan akan dilaksanakan rapat banmus untuk penjadwalan kegiatan tersebut.
“Kami melihat penanganan covid-19 harus cepat dan tepat sasaran karena menjadi tanggung jawab kita bersama,” terangnya.
Dia memaparkan, fungsi tugas pansus adalah memastikan percepatan proses kerja gugus tugas yang melibatkan dinas, mengawasi secara utuh setiap proses karena semua pihak tidak ingin ditengah wabah ada oknum memanfaatkan situasi, dan memastikan semua penanganan covid-19 betul-betul sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.
“Inisiator dibentuknya pansus dari PKB, Golkar dan Nasdem biar penanganan covid ini biar cepat. Kenapa ini muncul karena bantuan dari pemkab itu belum ada yang sampai, karena penanganan dan penyemprotan di desa baru dari dana desa, itu diluar angka Rp14,9 miliar dan penambahan Rp56 miliar belum menyentuh kepentingan masyarakat. Makanya kami ingin mendorong DPRD sebagai representasi warga Lamtim, kami apresiasi kinerja gugus tugas, mungkin karena butuh legitimasi soal kaitan mekanisme, karena memang kami memahami gugus tugas soal pembelanjaan seperti harga yang melambung,” paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan seluruh puskesmas di Lamtim sangat kekurangan alat pelindung diri (APD) masih jauh dari angka kelayakan. Sehingga warga dan pihak lain terus menggalang swadaya membantu APD bagi puskesmas. contoh lain RSUD Sukadana saat menangani Pasien yang meninggal di dalam mobil bus Damri sempat terkatung katung hingga beberapa jam di depan gedung ruang isolasi.
“Sekali lagi upaya bentuk pansus untuk sama sama mendampingi gugus tugas bukan mengoposisi. Setahu kami yang dilibatkan baru ketua DPRD soal penganggaran, melalui pansus ini bisa transparan, masa sekelas DPRD enggak tahu apalagi masyarakat, karena anggaran sekecil apapun masyarakat harus tahu,”pungkasnya. (*/red)





