Perspektiflampung – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) terus melakukan orientasi strategi komunikasi perubahan prilaku bagi kader di Kabupaten Lamtim. Hal itu guna mengintervensi penurunan stunting.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di LEC Kartika Metro, 10 – 11 Desember lalu yang diikuti oleh para kader puskesmas se-kabupaten Lamtim.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Nanang Salman menuturkan bahwa prevalensi stunting dalam 10 tahun terakhir menunjukan bahwa stunting merupakan masalah gizi terbesar di Indonesia.
” Data dari Riskesda tahun 2018 menunjukan bahwa adanya penurunan proporsi pada balita dari 37,2 persen pada 2013 menjadi 30,8 persen pada tahuj 2018. Namun dengan jumlah dengan jumlah balita yang banyak di Indonesia, jumlah proporsi itu masih tinggi,”terangnya.
dr. Nanang juga menjelaskan hasil masalah gizi yang lain terkait dengan stunting yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat adalah anemia pada ibu hamil sebanyak (48,9) persen, berat bayi lahir rendah (BBLR) sebanyak (6,2) persen dan balita kurus sebanyak (10,2) persen.
“Menanggapi permasalahan tersebut di Kabupaten Lamtim yang menjadi salah satu dari 100 kabupaten lokus yakni dengan melakukan peningkatan kapasitas tenaga pengelola program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dan bidan Desa 15 Desa lokus dalam orientasi strategi komunikasi perubahan prilaku,”pungkasnya. (wyn)O






