Sabtu, Desember 4, 2021
Beranda HUKUM & KRIMINAL Sakit Hati, Anggota Kelompok Tani Curi Mesin Pompa Air Aset Kelompok

Sakit Hati, Anggota Kelompok Tani Curi Mesin Pompa Air Aset Kelompok

       Perspektiflampung.com – (Lampung Timur) Tim Gabungan Tekab 308 Polres Lampung Timur dan Polsek Metro Kibang berhasil mengungkap pencurian mesin poma air, Selasa (14/9/2021).
       Tersangka yang berhasil diamankan Er (43) dan IP (18) warga Kecamatan Metro Kibang.
       Kapolres Lampung Timur AKBP Zaki A. Nasution melalui kasat Reskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan tersangka diduga melakukan pencurian mesin pompa air milik kelompok tani Desa Purbosembodo Kecamatan Metro Kibang, 5 September 2021 lalu.
       Mesin pompa air yang berada di belakang rumah Tumio ketua kelompok tani. Pelaku mengambil pompa air yang berjarak beberapa rumah pada malam hari menggunakan motor. “Pompa air tersebut di bawa ke wilayah Sukadamai Lampung Selatan,” kata AKP Ferdiansyah.
       Pencurian tersebut diketahui korban saat akan menggunakan mesin pompa air. Mengetahui mesin pompa air tidak ada, korban kemudian melaporkan ke Mapolsek Metro Kibang.
       Berdasarkan laporan korban, Polsek Metro Kibang dan Polres Lampung Timur melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan diketahui keberadaan mesin pompa air berikut pelaku pencurian. “Tekab 308 Polres Lamtim bersama Tekab 308 Polsek Metro Kibang berhasil mengamankan barang bukti berikut tersangka,” terang AKP Ferdiansyah.
       Ditambahkannya, para tersangka berikut barang bukti mesin pompa air dan Motor Yamaha Vega BR 5642 FL dan Motor Honda Beat A 4074 XW dibawa ke Mapolres Lampung Timur guna penyidikan lebih lanjut.
       Sementara Er ditemui di Mapolres Lampung Timur mengaku mencuri mesin pompa air tersebut karena sakit hati dengan ketua kelompok tani yang masih kerabat. Sakit hatinya di picu karena tidak pernah menerima bantuan yang diperuntukkan bagi anggota kelompok melalui kelompok tani.
       Pria yang merah menjalani hukum penjara di Polres Metro dengan kasus membawa senjata tajam, menjalankan aksinya dengan dibantu IP pemuda putus sekolah dengan di beri upah Rp 300 ribu. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments