Pedagang Jual Minyak Goreng Melebihi HET

0
853
       Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Tim Satgas Pangan Lampung Timur terus melakukan inspeksi di sejumlah gudang distributor dan pedagang minyak goreng, masih ditemukan harga minyak goreng melebihi HET.
       Tim satgas pangan dipimpin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Verzanita Hasan  serta Polres Lampung Timur mendatangi gudang dan pedagang di Kecamatan Pekalongan, Rabu (23/2/2022).
       Saat berada di Toko Salem Pasar Pekalongan menemukan 8 dus minyak goreng. Pemilik toko, Salem sengaja tidak memajang seluruh minyak goreng karena untuk membatasi pembeli. “Kami membatasi setiap pembeli haya di perkenankan 1 kemasan,” kata Salem.
       Diakui Salem, harga 1 kemasan minyak goreng dengan ukuran 2 liter dijual seharga Rp 45 ribu, sedangkan untuk ukuran 900 mililiter dijual seharga 18.000.
       “Kami mendapat minyak goreng dari agen dengan harga sudah tinggi, tidak mungkin di jual dengan harga sesuai dengan ketentuan pemerintah,” ujar Salem.
Sementara saat berada di gudang milik Indomarco, Tim satgas pangan tidak menemukan minyak goreng. Penanggung jawa gudang mengku sudah 2 bulan tidak mendapatkan pasokan minyak goreng dari produsen.
       Kepala dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung Timur, Verzanita Hasan saat melakukan inspeksi mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus mengupayakan ketersediaan minyak goreng di Lampung Timur.
       “Pemkab Lamtim telah melakukan upaya menyediakan minyak goreng guna mengatasi kelangkaan selama Musrenbang melalui operasi pasar,” kata Verzanita Hasan didampingi Kabid perdagangan Ariesta.
        Ditambahkannya, selama operasi pasar, minyak goreng yang telah terdistribusi sebanyak 10.000 liter. “Meski ada beberapa tempat yang tidak terjangkau operasi pasar karena keterbatasan stok, tetap akan dilakukan upaya pemenuhan minyak goreng hingga harga kembali stabil,” kata Verzanita Hasa.
       Lebih lanjut, untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng, Dinas Perindag Lampung Timur akan terus berupaya untuk mendapatkan stok minyak goreng dari distributor. “Lampung Timur akan terus berkoordinasi dengan Dinas Provinsi untuk mendapatkan stok minyak goreng dari distributor,” kata Verzanita Hasan.
       Verzanita menambahkan, berdasarkan informasi kondisi minyak goreng diperkirakan akan kembali stabil pada awal Maret 2022. “Belum dapat dipastikan minyak goreng akan stabil, pemkab Lamtim akan terus melakukan operasi pasar hingga kondisi stabil,” kata Verzanita Hasan.
       Sementara Kanit Tipiter Polres Lampung Timur Ipda Hendra Abdurahman ditemui di lokasi pasar Pekalongan mengatakan inspeksi ke pedagang dan distributor untuk memperjelas rantai minyak goreng di Lampung Timur. “Kami juga menghimbau kepada para pedagang untuk menjual minyak goreng sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Ipda Hendra Abdurahman mendampingi Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky A. Nasution. (Fri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here