Perspektiflampung.com (Lampung Tengah) – Generasi Millenial menjadi ancaman empuk untuk dijadikan pelaku terorisme.
Hal ini diungkapkan Dr. Hj. Siti Nurjanah M.Ag Rektor IAIN Metro saat menjadi narasumber dalam Sholawat Kebangsaan dan Forum Pencegahan Terorisme, radikalisme yang diselenggarakan di Kampung Pudjodadi Kecamatan Trimurjo Lampung Tengah, Selasa (8/3/2022).
Dikatakannya, generasi millennial saat ini telah mengalami dekadensi moral, dimana pemahaman tentang bentuk kecintaan terhadap tanah air sudah tidak melekat. Hal itu menjadi dasar seseorang mudah terpapar faham-faham radikal sehingga perlu pemahaman dan pemantapan materi terkait moderasi beragama.
“Berdasarkan survey Badan Nasional Penanggulangan Terorisme tahun 2017 sebanyak 39% mahasiswa di 15 provinsi terindikasi tertarik paham radikalisme,” ujar Dr. Hj. Siti Nurjanah M.Ag dalam diskusi yang dimoderatori M Nasrudin, MH, hadir pula Alhabib Umar bin Muhdor Haddad, Ken Setiawan pendiri Crisis Center dan dr. Ardito Wijaya, selaku wakil Bupati Lampung Tengah.
Menurut alumnus UIN Jakarta dan UIN Raden Intan Lampung Itu, ada empat indikator moderasi yang harus segera dilaksanakan meliputi: komitmen kebangsaan, cinta tanah air, anti kekerasan, dan menghargai tradisi positif dilingkungan kemasyarakatan.
Menurut Dr. Hj. Siti Nurjanah M.Ag, dalam menangkal terorisme BNPT telah piawai menerapkan strategi kontra radikalisasi dan de radikalisasi, dimana sasaran strategi itu adalah masyarakat umum, pelajar, dan tokoh masyarakat, dengan bertujuan menanamkan nilai ke indonesiaan dan nilai kedamaian.
“Upaya-upaya dalam mencegah radikalisasi secara mandiri inilah yang harus dilakukan dengan menanamkan jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka, toleran, serta waspada terhadap provokasi dan hasutan dalam berjejaring di komunitas perdamaian”, kata Siti Nurjanah. (Myu)






