Salah Satu Terduga Pelaku Penganiayaan Di Sekampung Udik Diamankan

0
942

Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Penyelidikan kasus penganiayaan kakak beradik mengakibatkan 1 orang meninggal, di Desa Banjar Agung Kecamatan Sekampung Udik membuahkan hasil.

Pengungkapan kasus ini semakin menemukan titik terang setelah salah seorang pelaku menyerahkan diri ke Mapolsek Sekampung Udik, Rabu (13/7/2022). Petugas juga masih memburu rekan pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya.

Kapolres Lampung Timur, AKBP Zaky A. Nasution mengatakan salah seorang terduga pelaku MA (17) warga Desa Bojong Kecamatan Sekampung Udik menyerahkan diri ke Mapolsek diantar keluarganya.

“MA diamankan di Mapolsek Sekampung Udik guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,” kata AKBP Zaky Alkazar Nasution, Kamis (14/7/2022).

Kepada petugas MA menjelaskan kejadian tersebut berawal saat dirinya ditegur korban Rudih (36) saat duduk diatas motor yang terparkir dilokasi hajatan.

Tidak terima dengan teguran Rudih, mengakibatkan terjadi cekcok mulut. Rekan-rekan MA yang ada disekitar lokasi melihat percekcokan tersebut tidak terima dan membela MA.

Rudih akhirnya pulang kerumah dan kembali ke lokasi parkir bersama Rais (38) kakak kandungnya. Sehingga kembali terjadi keributan yang mengakibatkan korban Rudih meninggal sedangkan Rais mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan di RS AKA Medika Bandar Sribawono.

“Kami menghimbau kepada semua pihak, untuk mempercayakan penanganan tindak pidana pengeroyokan itu kepada pihak kepolisan,” ujar AKBP Zaky Alkazar Nasution.

Diberikan sebelumnya, Kakak beradik di Desa Banjar Agung Kecamatan Sekampung Udik tergeletak bersimbah darah di depan rumahnya, Senin (11/7/2022) malam.

Kedua korban Ru (36) dan Ra (38) warga Desa Bandar Agung Kecamatan Sekampung Udik Lampung Timur. Kedua korban sempat mendapatkan perawatan medis, namun korban Ru meninggal dunia akibat luka benda tajam sedangkan Ra masih menjalani perawatan di Rumah Sakit AKA Medika Bandar Sribawono.

Kejadian tersebut berawal saat korban Ru yang sedang menyaksikan hiburan orgen tunggal berpamitan pulang kerumah yang tidak jauh dari lokasi hiburan dengan rekannya sekitar pukul 23.30 wib.

Sekitar 15 menit, terdengar keributan tak jauh dari lokasi hiburan. Warga tidak mengetahui siapa yang bertikai, setelah di lerai diketahui kedua korban sudah tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.

Warga sekitar yang mengetahui hal tersebut berusaha menolong kedua korban untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka di tubuh kedua. Korban Ru diketahui meninggal dilokasi kejadian, sedangkan Ra di bawa ke Rumah Sakit AKA Medika Bandar Sribawono. Jenazah Ru siang itu juga dimakan di TPU desa setempat. (Fri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here