Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung meresmikan Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Lampung Timur sebagai Desa Migran.
Desa Hargomulyo merupakan desa kedua yang menjadi Desa Migran dibawah Pembinaan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM Lampung. Sebelumnya PWM Lampung telah menetapkan Desa Kalirejo Lampung Tengah.
Peresmian Desa Hargomulyo sebagai Desa Migran dilaksanakan di Ranting Muhammadiyah Hargomulyo Sekampung Lampung Timur dilakukan Cahya Maulana Ketua SaranMu PP Muhammadiyah, Kamis (29/5/2025).
Turut hadir dalam peresmian tersebut, Fauzi Kepala BP3MI Lampung, Mansur Hidayat Ketua PWM Lampung yang membidangi Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Budiyull Hartanto Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Lampung Timur, Wakapolres Lampung Timur Kompol M. Yani, Dimyati Ketua PDM Lampung Timur, Suparman Camat Sekampung, Kapt inf Suerdi Danramil 429-11/Sekampung, Setyo Harsono Kades Hargomulyo, Rektor itera I Nyoman Pugeng Arianta, serta Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah se Provinsi Lampung.
Cahya Maulana saat meresmikan Desa Hargomulyo Sekampung sebagai Desa Migran mengatakan, dengan terbentuknya desa Migran dapat mentransfer tenaga kerja yang memiliki kemampuan sehingga tidak menimbulkan masalah bagi PMI di tempat kerjanya.
“Desa Migran memiliki tantangan dalam menyiapkan generasi selanjutnya, jangan sampai PMI yang bekerja di luar negeri tidak memiliki skill dan telah berusia tidak produktif,” kata Cahaya Maulana.
Sementara Budiyull Hartanto Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Lampung Timur saat membacakan sambutan Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah mengatakan Pemkab Lampung Timur mendukung terbentuknya Desa Migran di Desa Hargomulyo, Sekampung Lampung Timur.
Keberadaan desa Migran di Lampung Timur diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang kerap timbul. “Diharapkan Muhammadiyah dapat mendirikan desa migran-desa migran tersebar di 264 desa di Lampung Timur,” ujar Budiyull Hartanto.
Diakui Budiyull Hartanto, Provinsi Lampung merupakan peringkat ke 5 terbesar di Indonesia dalam menempatkan PMI. “Lampung Timur sebagai kantong PMI di Lampung, ” kata Budiyull Hartanto.

Fauzi ketua BP3MI mengatakan PMI asal Provinsi Lampung tercatat sebanyak 24 ribu. Untuk tingkat pengangguran tahun 2024 mencapai 200 ribu yang memiliki latar belakang pendidikan SMK, SMA dan Perguruan Tinggi.
Menurutnya, PMI saat ini menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran. PMI selain dapat meningkatkan perekonomian keluarga juga dapat meningkatkan pendapatan negara. “PMI merupakan pahlawan devisa dan dapat memperkuat keuangan Indonesia, pada tahun 2024 tercatat Rp 224 Triliun kiriman dari PMI,” kata Fauzi.
Lebih lanjut Fauzi mengatakan meski PMI memberikan dampak yang baik bagi perekonomian, ada pula persoalan yang timbul dari PMI. Permasalahan yang sering terjadi adalah perekrutan PMI secara ilegal di desa-desa. Untuk itu diingatkan kepada seluruh kepala desa bahwa pemberangkatan PMI harus diketahui kepala desa.
Sementara Mansur Hidayat Ketua PWM Lampung yang membidangi Majelis Pemberdayaan Masyarakat menjelaskan PMI memiliki kontribusi penting bagi negara dan PMI juga menimbulkan banyak problem sosial.
Problem yang ditimbulkan PMI dari sebelum pemberangkatan, saat bekerja dan pasca kerja.atau Purba. Kehadiran desa Migran di Desa Hargomulyo diharapkan dapat menyelesaikan persoalan yang ditimbulkan.
Pertama, dalam perekrutan harus dilakukan sesuai dengan prosedural, kedua PMI yang bekerja memiliki keahlian dan yang ketiga keluarga yang di tinggalkan dapat meningkatkan perekonomian dengan modal dari PMI.
“Hasil yang di dapat PMI pasca atau purba dapat di manfaatkan sebagai usaha yang produktif,” kata Mansur Hidayat.
Dipilihnya desa Hargomulyo sebagai Desa Migran di Lampung Timur oleh PWM Lampung dilakukan dengan berbagai pertimbangan diantaranya, PMI asal Desa Hargomulyo tercatat sebanyak 200 PMI yang bekerja di beberapa negara.
“Desa Hargomulyo sebagai Desa Migran dengan 200 PMI akan melibatkan Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk Pendampingan dan Pembinaan, guna menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan perekonomian bagi keluarga yang ditinggalkan PMI, akan dilakukan pembinaan dan pendampingan untuk keluarga PMI,” kata Edi Waluyo Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung. (Fri)






