Lamtim Tekan Angka Stunting Melalui Gerakan Orang Tua Asuh

0
280

Perspektiflampung.com-Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur  untuk menekan angka stunting. Salah satunya melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Atas Sekretariat Kabupaten itu dimpimpin Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, Kamis 9 Oktober 2025

Hadir juga Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Titin Wahyuni, para Kepala OPD, Camat dari wilayah terdampak stunting, serta tamu undangan terkait lainnya.

Dalam arahannya Azwar Hadi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya mencegah stunting di daerah. Selain itu, Azwar juga menyoroti perlunya sinergi antara pemerintah desa, TPPS, dan lembaga terkait agar bantuan dan edukasi benar-benar tepat sasaran.

Azwar juga mengingatkan agar bantuan yang diberikan, baik berupa uang maupun bahan pangan, dikelola menjadi makanan bergizi seimbang untuk ibu dan anak di masa pertumbuhan.

Karenanya, para istri kepala desa yang juga ketua TPPS harus tahu detail bantuan yang disalurkan. Itu agar tidak ada yang terpotong atau salah sasaran. Semua pihak, termasuk PKK dan kader kesehatan, perlu bergerak bersama.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas P3AP2KB Titin Wahyuni menjelaskan bahwa Gerakan GENTING merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/PKKBN Nomor 329/2/2024 tentang panduan pelaksanaan gerakan orang tua asuh.

“GENTING ini adalah gerakan gotong royong kepedulian bersama, di mana para pihak menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting,” jelas Titin.

Titin menambahkan, hingga saat ini telah terdaftar 65 orang tua asuh melalui situs peduligenting. Mereka akan membantu 114 keluarga berisiko stunting yang tersebar di 10 desa, antara lain Desa Margajaya (17 anak), Srigandung (32 anak), Karyatani (8 anak), Muara Gading Mas (16 anak), Sidodadi (7 anak), Gondangrejo (5 anak), Pelindung Jaya (8 anak), Lama Fajar (13 anak), Taman Asri (4 anak), dan Tamansari (4 anak).

Menurutnya, bantuan dapat diberikan langsung kepada penerima atau melalui pendamping keluarga di desa, yang terdiri dari bidan desa, kader KB, dan kader PKK. Bantuan tersebut bisa berupa uang tunai maupun bahan pangan bergizi seperti telur, ikan, atau kudapan kaya protein hewani.

“Kami ingin gerakan ini bukan sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi budaya gotong royong untuk menciptakan generasi Lampung Timur yang sehat dan bebas stunting,” tegas Titin.(adv)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here