Arinal Djunaidi : Pertahankan 30 Persen Lahan Untuk Hutan

0
888
       Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghimbau kepada seluruh Kepala Daerah untuk mempertahankan 30 persen lahannya untuk dijadikan hutan.
       Hal tersebut di sampaikan Gubernur saat melakukan penanaman pohon di Bendungan Marga Tiga, Lampung Timur, Selasa (27/9/2022).
        Dikatakan Arinal Djunaidi, untuk mempertahankan ketersediaan air, keberadaan hutan harus terus dijaga dan dilestarikan.
       Sepanjang aliran sungai way Sekampung saat ini memiliki 4, Bendungan Barutegi, Bendungan Way Sekampung, Bendungan Argopuro Guruh, Bendungan Marga Tiga dan Bendung Gerak Jabung.
       Taman Nasional Bukit Barisan Selatan yang memanjang dari Lampung hingga aceh terdapat 71 sungai yang hingga saat ini masih berfungsi dengan baik. “Untuk mempertahankan fungsi sungai way Sekampung, keberadaan hutan TNBBS harus terus dijaga dan dilestarikan,” kata Arinal Djunaidi didampingi Kapolda Lampung Irjen Pol A. Wiyagus, Bupati Lampung Timur M. Dawam Rahardjo.
       Sungai way sekampung sebagai penopang irigasi pertanian di provinsi Lampung, sumber-sumber airnya harus di jaga dengan dilakukan penanaman pohon.
       Lebih lanjut, keberadaan bendungan untuk irigasi pertanian di Lampung mampu meningkatkan produksi beras Lampung yang mencapai 3 juta ton pertahun. Sedangkan kebutuhan beras masyarakat Lampung hanya 1,2 juta ton pertahun.
        “Sekitar 1,8 juta ton beras dari Lampung untuk memenuhi kebutuhan beras nasional,” kata Arinal Djunaidi.
        Guna terus meningkatkan produksi beras nasional, dimana Provinsi Lampung sebagai salah satu lumbung beras nasional terus berupaya melakukan peningkatan dengan dibangunnya bendungan untuk memenuhi kebutuhan air irigasi sawah.
        “Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu daerah potensial pertanian untuk meningkatkan produksi beras,” kata Arinal Djunaidi.
       Sebagai upaya penyelamatan sumber air, pemerintah Provinsi Lampung melakukan penanaman 1.700 batang pohon. “Tanaman di Bendungan Marga Tiga masuk dalam klaster tanaman buah sehingga bendungan selain berfungsi untuk saluran irigasi juga menjadi lokasi rekreasi,” terang Arinal Djunaidi.
         Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Alexander Leda mengatakan Bendungan Marga Tiga yang terletak di Desa Negeri Jemanten dan Desa Trisinar saat ini progres pembangunan fisiknya mencapai 97,5 persen.
        “Pengerjaan saat ini tinggal perapian Han dan leanclearning, sedangkan terkait pembebasan lahan sudah mencapai 65 persen,” kata Alexander.
        Dijelaskan Alexander, bendungan Marga Tiga yang berada di aliran sungai Way Sekampung merupakan pembuluh darah ketahanan pangan. “Bendungan Marga Tiga mampu menampung sekitar 40 juta meter kubik air,” terang Alexander. (Fri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here