PERSPEKTIFLAMPUNG-Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim menjadi narasumber pada Sekolah Legislatif yang digelar Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (UNILA), Sabtu (22/9).
Pada kesempatan itu, Nunik sapaan akrab Chusnunia menyatakan, tujuan dilaksanakannya pemilu adalah untuk memilih seseorang yang nantinya akan mengisi jabatan-jabatan politik tertentu mulai dari presiden sampai wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan.
“Namanya wakil rakyat, yang berkuasa penuh tentu saja rakyatnya, tapi kalau rakyatnya ogah-ogahan serta menjadi tidak perduli dan tidak mau tau politik maka kuasa penuh tersebut akan hilang,”jelas Nunik dalam acara yang juga dihadiri Dekan Fakultas Kedokteran Unila, Dr. dr. Muhartono, S.Ked, M.Kes, Sp.PA, Wakil Dekan 2, Bidang Umum, Kepegawaian dan Keuangan Fakultas Kedokteran Unila, dr. Fitria Saftarina, M.Sc, serta Wakil Dekan 3, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni periode Fakultas Kedokteran Unila dr. Betta Kurniawan, M.Kes.
Namun tambah Nunik, jika ingin kuasa penuh yang dimilikinya tetap bertahan maka jangan anti politik. “Rakyat harus mengawasi, karena itu kekuasaan penuh ada di tangan rakyat,”papar Chusnunia melalui acara yang digelar di Gedung D.1.1.250 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung tersebut, Chusnunia menjelaskan,
.Pada kesempatan yang sama Nunik berharap pada Pemilu 2019 tidak ada mahasiswa, anak-anak muda dan masyarakat yang Golput (Golongan Putih/Tidak Menggunakan Hak Pilih).
“Satu suara sangat penting sekali, kalau salah memilih pemimpin. Maka masyarakat tidak akan bisa mendapatkan pertanggung jawaban yang baik dari pemimpin,”terang Chusnunia saat.(adv)






