Keren, Lamtim Terpilih Jadi Lokasi Gerakan Peduli Mangrove

0
827

Perspektiflampung.com – Keren, mungkin ungkapan yang pas untuk pemkab Lampung Timur (Lamtim). Pasalnya Lamtim dipilih menjadi salah satu tempat penanaman mangrove bersama 10 provinsi lainnya.

Penanaman mangrove tersebut dalam rangka Gerakan Peduli Mangrove, Pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS), dan Kampung Hijau oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), di Kecamatan Pasir Sakti, Senin (11/3).

Dalam sambutannya, Bupati Lamtim Chusnunia Chalim menyampaikan bahwa masih ada 400 hektar lahan yang sebenarnya harus ditanami mangrove. Sejak dimulainya penanaman mangrove yang dilakukan dari tahun 1997 Alhamdulillah masyarakat dan nelayan sekitar mendapatkan keuntungannya.

Ia juga mengatakan, Kegiatan semacam inilah yang diperlukan guna memberi semangat dan mendukung masyarakat agar perduli terhadap lingkungan yang mana hal tersebut juga pastinya akan mebawa efek positif pada perekonomian warga.

“Kegiatan ini sepertinya sepele namun sebenarnya efeknya luar biasa, karena dengan dilakukannya penanaman mangrove maka kita dapat melakukan pencegahan abrasi dan kualitas dari budidaya meningkat baik itu dari segi rasa dan seterusnya,”tuturnya.

Untuk diketahui pada kegiatan inl dilakukan Penanaman Pohon Mangrove sebanyak lima ribu pohon yang mana bukan hanya dilakukan di Lamtim saja namun serentak di 10 provinsi lain yang ada di Indonesia.

Adapun Sepuluh tempat penanaman mangrove serentak yakni di kawasan pantai Kabupaten Langkat Sumatera Utara, Kecamatan Pasir Sakti Lamtim, Lemah Wungkuk Cirebon Jawa Barat, Sawo Jajar Brebes Jawa Tengah, Tanah Bumbu Kalimantan Selatan, Pohuwato Gorontalo, Donggala Sulawesi Tengah,  Pantai Cereme Nusa Tenggara Barat, serta Teluk Ambon Maluku, dan Pandeglang Banten.

Usai melakukan kegiatan penanaman mangrove, acara dilanjutkan dengan dilakukannya teleconference yang tersambung langsung dengan ibu Negara Iriana Joko Widodo dari Pandegelang Banten terkait situasi penanaman mangrove serentak di 10  Provinsi se-Indonesian. (rls/wyn))

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here