PERSPEKTIFLAMPUNG-Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Metro, mengadakan pembinaan penanganan konflik sosial di lingkungan Pemkot setempat. Kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Kantor Kesbangpol Provinsi Lampung, diikuti oleh sekitar 300 orang peserta.
Kepala Kantor Kesbangpol Kota Metro, Deddy Fryady Ramli mengatakan, maksud sosialisasi penanganan konflik sosial ini yaitu, sebagai kegiatan rencana aksi terpadu penanganan gangguan keamanan daerah, apalagi dalam beberapa bulan ke depan Provinsi Lampung akan menyelenggarakan pemilihan gubernur (pilgub). “Kegiatan itu bertujuan meningkatkan partisipasi peserta dalam pelaksanaan penanganan konflik sosial masyarakat, termasuk dalam menghadapi Pilgub 2018 mendatang,” kata Deddy Ramli, Kamis (16/11).
Kepala Bidang Penanganan Konflik pada Kesbangpol Provinsi Lampung Firdaus, yang menjadi salah satu narasumber menyebutkan, penanganan konflik sosial merupakan program strategis nasional, yang telah diatur dengan Peraturan Presiden RI nomor 74 tahun 2013, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 12 dan 13 tahun 2016.
Sementara itu, Walikota Metro Achmad Pairin menyebutkan, munculnya konflik dikarenakan ada perbedaan dan keragaman. “Dengan kegiatan ini, para peserta diberikan bekal, khususnya terkait dalam upaya mengantisipasi dan mencegah gangguan keamanan di Kota Metro,” kata Achmad Pairin. (Fri)






