Orang Tua Protes, Seragam Bantuan tak Sesuai Ukuran

0
1262

PERSPEKTIFLAMPUNG-Proyek pengadaan seragam sekolah untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs bernilai Rp 10 miliar lebih pada Dinas Pendidikan Kota Metro, diduga dikerjakan asal-asalan. Terbukti, seragam yang diterima tidak sesuai dengan ukuran badan siswa.

Tak hanya baju seragam yang tidak diukur, kelengkapan lain seperti sepatu juga tidak sesuai dengan ukuran. “Semestinya, pakaian seragam yang dipesan, disesuaikan dengan ukuran masing-masing anak, bukan asal tebak saja,” kata Eci, orang tua salah seorang penerima bantuan seragam di salah satu SMP Negeri di Metro Pusat, Rabu (13/12).

Keluhan serupa, juga disampaikan sejumlah orang tua siswa SD di Metro Pusat. Tak hanya kondisi seragam yang tidak sesuai ukuran, tetapi juga soal ukuran sepatu yang justru kebesaran. “Banyak yang orang tua yang komplain dengan seragam yang diterima. Baju seragam itu kan dibiayai uang negara, masak seperti seragam kodian, ‘ ujar sejumlah orang tua siswa.

Untuk diketahui, melalui proyek pengadaan seragam siswa untuk SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta senilai Rp 10 miliar lebih, para siswa menerima seperangkat seragam bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro, yang terdiri dari satu setel seragam warna putih biru berikut dasi, topi, dan ikat pinggang, serta sepasang sepatu dan kaus kaki.

Namun, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pengadaan Seragam untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs pada Dinas Dikbud Kota Metro, Eko, tidak berhasil dikonfirmasi terkait keluhan para orang tua siswa, meskipun ponselnya aktif tetapi panggilan tidak dijawab, demikian juga pesan layanan singkat yang dikirim, tidak dibalas.

Sementara itu, Kadis Dikbud Kota Metro Ria Andari saat dihubungi mengatakan, pakaian seragam yang tidak sesuai ukuran dapat dikembalikan dan ditukarkan melalui sekolah masing-masing. “Mungkin tertukar, maklum jumlahnya ribuan seragam. Silakan ditukarkan ke dinas melalui sekolah,” kata Ria Andari. (Fri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here