PERSPEKTIFLAMPUNG-Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya Pemkab Lamtim dalam mensejahterakan masyarakat tersebut mulai membuahkan hasil. Hal itu, berdasarkan sejumlah indikator yang menunjukkan trend meningkat.
PDRB
Bila merujuk PDRB berdasarkan harga berlaku dan atas dasar harga konstan 2010, perekonomian Kabupaten Lampung Timur selama kurun waktu 2012-2016 menunjukkan trend yang meningkat. Nilai PDRB dengan migas Kabupaten Lampung Timur atas berlaku pada tahun 2016 mencapai 32,7 triliun rupiah. Secara nominal nilai PDRB ini mengalami peningkatan 2,1 triliun rupiah dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 30,6 triliun rupiah. Sementara itu, PDRB tanpa migas pada 2016 mengalami peningkatan 2,3 triliun rupiah dibandingkan tahun 2015.
Begitu juga untuk PDRB tanpa minyak bumi pada tahun 2010 hingga tahun 2014 baik dengan harga konstan maupun dengan harga berlaku menunjukan kenaikan, berdasarkan harga berlaku PDRB Kabupaten Lampung Timur tanpa minyak bumi dari tahun 2012 – 2016 meningkat sebesar 8,42 trilliun rupiah, sedangkan PDRB berdasarkan harga konstan 2010 tanpa minyak bumi naik sebesar 3,77 trilliun rupiah.
Berdasarkan PDRB atas harga berlaku selama periode 2012-2016 baik dengan minyak bumi maupun tanpa minyak bumi, sektor pertanian masih memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian Kabupaten Lampung Timur. Pada tahun 2016 kontribusi sektor pertanian sebesar 38,21%, meningkat dari tahun sebelumnya yang sebesar 37,62. kontribusi sektor pertanian ini dalam kurun jangka waktu jangka pendek masih belum dapat digeser oleh sektor-sektor lainnya, karena sebagian besar penduduk Kabupaten Lampung Timur mata pencahariannya bertumpu pada sektor pertanian.
PDRB Kabupaten Lampung Timur Tanpa Minyak BumiTahun 2012 – 2016 (trilyun rupiah)
Sumber : BPS Kabupaten Lampung Timur, 2016
Pendapatan Perkapita
Pendapatan per kapita Kabupaten Lampung Timur atas harga berlaku selama periode 2012-2016 terus mengalami peningkatan. Rata-ratapendapatan per kapita masyarakat atas dasar harga berlaku di tahun 2016 adalah sebesar 32,18 juta rupiah, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai 25,73 juta rupiah. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tidak menggambarkan peningkatan pendapatan masing-masing penduduk, namun hanya mencerminkan besaran pendapatan perkapita penduduk secara rata-rata.
PDRB Per Kapita ADHB dan ADHK Kabupaten Lampung Timur (juta rupiah
Sumber : BPS Kabupaten Lampung Timur, 2017
IPM
Perkembangan IPM Kabupaten Lampung Timur kondisi sumberdaya manusia Kabupaten Lampung Timur dapat diukur melalui indeks pembangunan manusia (IPM) atau humandevelopment index (HDI). IPM atau HDI merupakan suatu ukuran yang memuat tiga aspek, yaitu kesehatan, pendidikan, dan pendapatan.
Menurut UNDP IPM atau HDI dapat menunjukkan tingkat pembangunan manusia suatu wilayah melalui pengukuran keadaan penduduk yang sehat dan berumur panjang, berpendidikan dan berketrampilan, serta mempunyai pendapatan yang memungkinkan untuk dapat hidup layak.
Pada Tahun 2015, IPM Kabupaten Lampung Timur (metode baru) sebesar 67,10 dan bila dibandingkan dengan nilai IPM tiga Tahun sebelumnya (2013) yang nilainya tercatat sebesar 65. Nilai tersebut memperlihatkan adanya peningkatan, meskipun kecil. Peningkatan tersebut dicapai akibat adanya kenaikan dari nilai indeks, yaitu indeks kelangsungan hidup, indeks daya beli, dan indeks pengetahuan.
| Tahun | Angka Harappan Hidup | Harapan Lama Sekolah | Rata-rata Lama Sekolah | Daya Beli | IPM |
| 2012 | 68,94 | 11,78 | 7,01 | 8,542 | 65,10 |
| 2013 | 69,01 | 12,36 | 7,15 | 8,756 | 66,07 |
| 2014 | 69,33 | 12,38 | 7,16 | 8,84 | 66,42 |
| 2015 | 69,73 | 12,40 | 7,20 | 9,194 | 67,10 |
| 2016 | 69,92 | 12,41 | 7,55 | 9,416 | 67,88 |
Sumber : BPS Lamtim 2017
Angka Melek Huruf
Ukuran yang sangat mendasar dari tingkat pendidikan adalahkemampuan baca tulis penduduk dewasa (literacy rate). Kemampuan bacatulis ini tercermin dari data angka melek huruf (AMH). Dalam hal ini,AMH merupakan persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang dapat membaca huruf latin, atau huruf arab, atau huruf lainnya. Angka ini bermanfaat untuk melihat pencapaian indikator dasar yang telah dicapai oleh suatu daerah, karena membaca dan menulis merupakan dasar utama dalam memperluas ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya AMH mencerminkan sejauh mana penduduk suatu daerah terbuka terhadap pengetahuan. (*)
| Tahun | 2011 | 2012 | 2013 | 2014 | 2015 | 2016 |
| Angka Melek huruf | 93,74 | 94,3 | 94,6 | 95,02 | 95,04 | 95,07 |
Sumber : BPS Lamtim 2017
Penanaman Modal
Jumlah nilai investasi di Kabupaten Lampung Timur kurun waktu tiga Tahun terakhir cenderung meningkat, pada Tahun 2012 jumlah investasi mencapai Rp.146,5 milyar, pada Tahun 2013 Rp.151,9 milyar, dan pada Tahun 2016 meningkat mencapai 178,8 milyar.
Wakil Bupati Lamtim Zaiful Bokhari meninjau pembangunan Pasar Labuhanmaringgai. (Foto: Afrizal)
Pertanian
Bupati Lamtim Salurkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian. Foto Ist
Sektor pertanian tanaman pangan merupakan sektor utama dan strategis Kabupaten Lampung Timur. Berdasarkan data, masyarakat Lampung Timur sebagian besar bermata pencaharian di sektor pertanian khususnya pertanian tanaman pangan. Selain itu, sektor pertanian tanaman pangan juga merupakan penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan kategori pertanian. Sektor pertanian tanaman pangan mencakup komoditas padi, jagung, kedelai, dan ubi kayu yang diusahakan di lahan pertanian sawah. Pada Tahun 2016, luas panen padi mencapai 131.124 hektar. Sedangkan untuk jagung luas panen mencapai 92.975 hektar, kedelai 1.833 hektar, kacang tanah 470 hektar, kacang hijau 317 hektar, ubi kayu 49.499 hektar, dan ubi jalar 259 hektar. Melihat potensi yang sangat besar dan strategis tersebut, serta dalam rangka mencapai kedaulatan pangan sesuai program nasional, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan di sektor pertanian khususnya pertanian tanaman pangan.
Dengan berbagai kebijakan, strategi, program, kegiatan dan bantuan prioritas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur, realisasi produksi pertanian tanaman pangan khususnya padi pada Tahun 2016 mengalami peningkatan sebesar 29,7% dibandingkan Tahun 2015. (*)










