
PERSPEKTIFLAMPUNG-Pada 20 April 2018, Kabupaten Lampung Timur telah memasuki usia yang ke 19 tahun. Di usia yang semakin dewas tersebut Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Antara lain dilaksanakan dengan menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD) dalam rangka meningkatkan pembangunan.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lampung Timur Senen Mustakim menjelaskan, harus diakui program pembangunan daerah masih mengandalkan suntikan dana dari pemerintah pusat berupa dana perimbangan. Namun lanjutnya, sejak 2015 di era kepemimpinan Bupati (non aktif) Chusnunia dan Wakil Bupati Zaeful Bokhari, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus melakukan berbagai upaya dalam rangka menggali potensi PAD.
Hasilnya, sejak 2015 hingga 2017, PAD Kabupaten Lampung Timur terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2015, realisasi PAD Kabupaten Lamtim mencapai Rp84,496 miliar. Kemudian, tahun 2016 meningkat menjadi Rp94,9 miliar dan tahun 2017 meningkat menjadi Rp121miliar. Sedangkan, untuk tahun 2018 ini PAD ditargetkan mencapai Rp221,67 miliar.
Guna mewujudkan target PAD tahun 2018 tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung menempuh berbagai upaya. Antara lain, melalui penerbitan peraturan darah (Perda) tentang pajak dan retribusi daerah. Kemudian, program zona nilai tanah (ZNT) untuk penyesuaian nilai objek pajak (NJOP) dalam rangka meningkatkan PAD dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) . Selanjutnya, Pemkab Lamtim meluncurkan program Bulan Bhakti Bayar Pajak tahun 2018.
“Program tersebut rencananya akan dilaksanakan pada 16 Juli 2018 mendatang,”terang Senen Mustakim didampingi Kabid Pendataan dan Pendaftaran Ahmad Fauzi.
Dilanjutkan, target dari program Bulan Bhakti Bayar Pajak antara lain, menumbuhkembangkan kesadaran wajib pajak agar membayar pajak tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah. “ Muaranya adalah meningkatan PAD dari sektor pajak guna membiayai pembangunan demi kesejahteraan raakyat,”paparnya.

Program selanjutnya adalah pendataan potensi pajak daerah dengan total mencapai 501.73 objek. Rincianya :
- 1.PBB : 485.670 objek
- Pajak Hotel : 17 objek
- Retauran : 294 objek
- Hiburan : 10 objek
- Air Bawah Tanah : 33 objek
- Reklame : 387 objek
- Pajak Penerangan Jala : 15.300
- Minerba : 2 obek
Ditambahkan, selain kegiatan tersebut yang juga berpotensi meningkatkan PAD adalah program pengembangan wisata yang dicanangkan sejak 2017 lalu. Yakni, melalui berbagai event yang masuk dalam kalender wisata. Tahun 2017, lalu ada 22 event yang masuk dalam kalender wisata. Sedangkan, tahun 2018 ini 101 event.
Masih menurut Mustakim, dengan adanya prgram pengembangan wisata tersebut. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Lampung Timur pada Tahun 2017 mencapai 506.158 wisatawan, atau meningkat lebih dari 56% dibandingkan Tahun 2016. Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Lampung Timur, penyelenggaraan 22 Festival di Tahun 2017 dapat menyerap 3.493 tenaga kerja, 2.284 pedagang, 1.209 orang penyedia jasa, serta uang yang beredar mencapai lebih dari Rp5 milyar. Selain itu, sejak Tahun 2016, telah bermunculan destinasi wisata baru di beberapa kecamatan, yang dikelola swadaya oleh kelompok sadar wisata lokal. “Peningkatan sektor wisata berpotensi meningkatkan PAD bagi Kabupaten Lamtim,”pungaksnya. (*/Adv)






