PERSPEKTIFLAMPUNG-Kalangan DPRD Kota Metro mempertanyakan penurunan pencapaian kinerja sejumlah program pada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemkot setempat.
Seperti diungkapkan Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa DPRD Kota Metro, Alizar. Pihaknya mempertanyakan penurunan kinerja tersebut, mengingat beberapa OPD justru lebih kecil beban tugasnya, menyusul ada penerapan sejumlah kebijakan. “Seperti pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dengan pengalihan pengelolaan SMA/SMK ke Pemprov Lampung, seharusnya lebih fokus, tapi kok justru menurun,” kata Jinggo, sapaan akrab Alizar, Senin (21/5).
Lalu, soal kinerja pada Dinas PUTR, pihaknya mensinyalir pelaksanaan kegiatan proyek lampu jembatan dan taman, dinilai menjadi salah satu persoalan. “Seharusnya, kegiatan tersebut dilaksanakan pada Dinas Pariwisata atau Dinas Perumahan dan Pemukiman, yang memang tupoksinya,” lanjut dia.
Pada bagian lain, legislator asal Partai NasDem juga mempertanyakan penilaian yang dilakukan oleh Pemkot Metro tersebut. Sebab, masalah perizinan, Kota Metro melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu, justru mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, tetapi kinerjanya dinilai mengalami penurunan. “Lalu, apa saja indikator penilaian tersebut,” ucapnya.
Namun, ia berharap, penilaian kinerja tersebut menjadi bahan evaluasi walikota terhadap OPD yang ada dalam rangka pencapaian kinerja. “Penilaian ini bisa menjadi bahan evaluasi. Bila perlu, kepala OPD yang kinerjanya kuranga baik diganti saja,” tandasnya.
Diketahui, pencapaian kinerja sejumlah program pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Metro pada tahun 2016-2017 mengalami penurunan. Di antaranya di bidang pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang, penanaman modal dan perizinan, tenaga kerja serta pangan. (vid)

Alizar




