PERSPEKTIFLAMPUNG-Selain dikenal sebagai Kabupaten Festival Wisata. Sejak lama Lampung Timur juga merupakan sentra bibit tanaman buah-buahan dan bunga di Provinsi Lampung.
Sentra bibit tersebut berlokasi di Kecamatan Pekalongan. Untuk menuju lokasi pembibitan tersebut sangatlah mudah. Sebab, letaknya berbatasan langsung dengan Kota Metro. Dari Kota Metro, pusat pembibitan Kecamatan Pekalongan hanya berjarak 8 km atau 60 km dari Bandarlampung.
Begitu memasuki pintu gerbang perbatasan Kota Metro –Pekalongan, akan langsung terlihat lokasi penjualan bibit di kiri dan kanan jalan raya. Berbagai bibit tanaman buah-buahan, bibit tanaman perkebunan hingga tanaman hias, bunga serta elemen taman tersedia. Harga yang ditawarkan juga beragam, tergantung jenis dan ukuran bibit. Selain menjual secara eceran, pembelian dalam partai besar juga siap dilayani.
Masyarakat sekitar juga menjual tanaman buah dalam pot (Tabulampot) yang telah berbunga dan berbuah. Untuk Tabulampot harganya bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp3 juta per tanaman tergantung jenis dan ukuran.

Pusat penjualan bibit bukan hanya berlokasi di tepi jalan raya Desa Adirejo hingga Siraman. Namun, lebih banyak lagi berada di wilayah Desa Pekalongan hingga Tulusrejo. Untuk menuju lokasi tersebut, pembeli dapat mengambil rute masuk dari Pasar Pekalongan menuju Taman Agrowisata. Di wilayah dua desa tersebut, masyarakat sekitar bukan hanya menjual bibit, namun mereka juga berprofesi sebagai penangkar.

Hampir 90 persen warga sekitar berprofesi sebagai penangkar sekaligus penjual bibit tanaman. Karenanya, bibit merupakan sumber pendapatan terbesar masyarakat Pekalongan.
Cahyadi salah satu penangkar dan penjual bibit yang tinggal di Dusun Badransari Desa Tulusrejo menyebutkan, beberapa tahun lalu bibit yang paling banyak dicari adalah jenis kelengkeng. Sebab, bibit kelengkeng dari Pekalongan dijamin buah. Namun, kini segala macam bibit hasil penangkaran masyarakat Pekalongan sangat dicari masyarakat karena kualitasnya terjamin.
Lebih lanjut Cahyadi menjelaskan, pemasaran bibit dari Pekalongan bukan hanya untuk wilayah Lampung. Namun, telah meluas hingga ke Pulai Jawa. Dari pembibitan tersebut, omzet rata-rata masyarakat sekitar mencapai Rp5 juta per bulan. Bahkan, untuk penjualan dalam partai besar bisa mencapai Rp20 juta per bulan.
Cahyadi menambahkan, omzet penjualan bibit akan meningkat pada saat musim penghujan. Khususnya untuk jenis tanaman buah-buahan dan bunga. Sedangkan, pada musim kemarau penjualan bibit cenderung menurun. “Masyarakat khawatir bila membeli dan menanam di saat kemarau, akan berpengaruh pada pertumbuhan,”jelas Cahyadi.

Aset Pemkab Lamtim
Terpisah Wakil Bupati Lampung Timur Zaeful Bokhari menyatakan, pusat pembibitan di Kecamatan Pekalongan merupakan aset Pemerintah Kabupaten Lampung Timur.
Sebab lanjutnya, keberadaan pusat pembibitan di Kecamatan Pekalongan mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Karenanya, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan terus mendukung pengembangan usaha pembibitan masyarakat.
Sebagai wujud dukungan dan guna mempromosikan bibit produk masyarakat Pekalongan. Pemerintah Kabupaten Lamtim senantiasa mengikutsertakan para penangkar dalam berbagai event pameran. Baik di tingkat Provinsi maupun Nasional. Bukan hanya itu, Pemerintah Kabupaten Timur juga senantiasa memberikan bimbingan tekhnis terhadap para penangkar agar menghasilkan bibit yang berkualitas. (*)






