PERSPEKTIFLAMPUNG-Para petani tanaman bawang merah di Desa Banjarrejo Batanghari Lampung Timur melalukan panen, Minggu (5/8). Hanya saja, fluktuasi harga masih menjadi kendala para petani.
Seperti diungkapkan oleh salah seorang petani bawang merah setempat, Nanang Suparlan. Menurut dia, budidaya tanaman bawang merah yang dilakukan oleh para petani, awalnya hanya coba-coba. “Namun, belakangan harga komoditas tersebut cukup menggiurkan, sehingga para petani pun berlomba-lomba menanam bawang merah,” kata Nanang Suparlan.
Menurut dia, budidaya tanaman bawang merah di desanya, dipelopori oleh Karino, yang juga masih kerabatnya. Bahkan, untuk meningkatkan pengetahuan petani akan budidaya tanaman bawang merah, para petani mendatangkan guru dari daerah sentral tanaman bawang merah, yakni Brebes Jawa Tengah. “Kami menimba ilmu tentang tata cara budidaya tanaman bawang merah. Dan, ternyata cukup bagus dikembangkan di Desa Banjarrejo,” imbuhnya.
Hanya saja, fluktuasi harga yang tidak menentu kerap menjadi kendala petani. Seperti saat ini, harga bawang merah berkisar pada harga Rp 15 ribu per kilogram. Padahal, untuk harga normal petani dapat meraup keuntungan yang lumayan, jika harga bawang merah berada pada kisaran Rp 25 ribu per kilogram. “Kalau masalah untuk pemasaran, nyaris tidak ada kendala. Sebab, sudah ada pembeli yang menampung hasil panenan kami, ucap dia.
Kepala Desa Banjarrejo, S.Puspito yang turut memanen bawang merah, mengapresiasi usaha petani di daerahnya. Menurut dia, Pemkab Lamtim melalui Dinas Pertanian juga akan menyalurkan bantuan dalam bentuk bibit bawang merah. “Pemkab akan menyalurkan bibit bawang merah. Jumlahnya sekitar 200 kilogram untuk petani di Desa Banjarrejo,” ungkapnya. (*)





