PERSPEKTIFLAMPUNG-Dalam rangka memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke 73. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menggelar Cuwak Mengan Nyeruit Jejamo, Rabu (15/8).
Bupati Lamtim Chusnunia saat membuka acara makan seruit bersama itu menjelaskan, makanan selalu identik dengan kekhasan suatu daerah. Bahkan makanan menjadi identitas dan tradisi bagi suatu daerah. Begitu juga dengan masyarakat Lampung yang memiliki tradisi nyeruit.
Seruit merupakan olahan makanan berbahan ikan goreng atau dibakar dan dicampur dengan sambal terasi, tempoyak ataupun mangga kueni. Seruit juga bukan hanya sekedar makanan tetapi juga memiliki simbol yang menegaskan kebersamaan bahwa di Provinsi Lampung terdiri dari 2 penduduk yaitu penduduk Lampung asli dan penduduk pendatang yang biasa di sebut Lampung Baru.
“Melalui makanan teradisional seruit, kami harap dapat semakin mempererat tali silaturahmi dan kekerabatan antara masyarakat Lampung lama (Lampung asli) dan lampung baru (pendatang),”jelas Chusnunia dalam acara yang digelar di Rumah Dinas Bupati.
Hadir juga dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Zaeful Bokhari, Sekertaris Kabupaten Syahrudin, Ketua Tim Penggerak PKK Putri Ernawati,para asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, kepala desa, tokoh adat, masyarakat dan jajaran Forkopimda.
Kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lamtim Yuliansyah didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Meidia Ulfah menjelaskan, selain untuk memperingati HUT RI ke 73, kegiatan itu juga untuk memperkenalkan kuliner lokal dan budaya daerah kepada masyarakat luas. (Adv).






