PERSPEKTIFLAMPUNG-Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mulai menerapkan metode Hazton untuk budidaya padi. Dengan metode tersebut diharapkan produktivitas lahan meningkat. Penerapan metode yang kali pertama dikenalkan dua warga Kalimantan Barat Hazairin dan Anton pada 2012 tersebut, ditandai dengan perjanjian kerjasama pengembangan kluster padi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dengan Kantor Pewakilan (KPW) Bank Indonesia Provinsi Lampung di Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari, Selasa (2/10).
Hadir pada kesempatan itu, Kepala KPW BI Lampung Budiharto Setiawan, Sekertaris Kabupaten Lamtim Syahrudin Putera ddidampingi didampingi Staf ahli bidang ekonomi keuangan dan pembangunan David Ariswandy, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Yufus HR, Pabung 0411 Mayor Joko Subroto, Camat Batanghari Rohiman dan para anggota Gapoktan Maju Bersama. “Tugas pokok BI adalah pengendalian nilai rupiah dan inflasi daerah,”jelas Budiharto Setiawan.
Dilanjutkan Budiharto, Kabupaten Lampung Timur merupakan daerah penyangga dan pemasok bahan pangan bagi Bandarlampung dan Kota Metro. Sehingga, melalui program kluster padi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pangan sehingga mendukung daerah dalam rangka pengendalian inflasi.
Sementara, Sekertaris Kabupaten Lampung Timur Syahrudin Putera menjelaskan, Pemkab Lamtim sangat mendukung kerjasama pengembangan kluster padi dengan KPW BI Lampung. Melalui kerjasama tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sehingga mampu menstabilkan inflasi daerah. Keuntungan lain, dengan produktivitas meningkat maka kesejahteraan petani juga ikut meningkat.
Pada kesempatan itu, KPW BI Lampung menyalurkan bantuan sosial berupa 2 Combaine Harvesting (mesin panen padi). Masing-masing untuk Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Makmur Desa Ramanaji Kecamatan Raman Utara dan Gapoktan Maju Bersama Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari. Kemudian dilanjutkan dengan panen padi menggunakan Combaine Harvesting. (Adv).







