
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Antara lain melalui pengembangan budidaya bawang merah.
Bupati Lampung Timur Chusnunia menjelaskan, bawang merah merupakan komoditas pertanian yang selama ini didatangkan dari luar daerah, terutama dari Brebes Jawa Tengah. “Bila Lamtim mampu membudidayakan bawang merah. Ke depan tidak perlu lalu lagi mendatangkan dari luar daerah,” harap Chusnunia didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Lampung Timur M.Yusuf HR.
Untuk mewujudkan harapan tersebut, Pemkab Lamtim mulai mengembangkan budidaya bawang merah di Desa Banjarejo Kecamatan Batanghari. Ternyata, hasilnya sangat menggembirakan.
Menurutnya, produktifitas bawang merah secara nasional rata-rata hanya mencapai 7 ton per hektar. Sedangkan, hasil panen petani bawang merah yang tergabung dalam Kelompok Tani Maju 1 (KTM 1) Desa Banjarrejo rata-rata mencapai 21, ton per hektar. “Ini menunjukkan bawang merah sangat potensial dikembangkan di Lampung Timur,”lanjut Wakil Gubernur Lampung terpilih yang akrab disapa Mbak Nunik ini.
Dari keberhasilan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur kemudian mengembangkan budidaya bawang merah di Kecamatan Sekampung.
Sebagai tahap awal, pengembangan budidaya bawang merah di Kecamatan Sekampung dilaksanakan oleh Kelompok Joglo Tani Desa Hargomulyo pada areal seluas 5 hektar. “Hasil panen bawang merah di Kecamatan Batanghari melebihi target. Semoga, hasil yang sama diperoleh petani bawang merah di Kecamatan Sekampung,”ujar Nunik.
Lebih lanjut Chusnunia menyatakan, tahun ini ada 5 mendapat bantuan pupuk dan bibit bawang merah dari Pemerintah Provinsi Lampung. Masing-masing, Kecamatan Sekampung, Metrokibang, Purbolinggo, Pasirsakti dan Wawaykarya. “Ke depan Pemkab Lamtim akan menyalurkan bantuan subsidi bibit bawang merah.”janji Nunik.

Upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengembangkan bawang merah mendapat dukungan dari petani. Sebagaimana diutarakan, Ketua KTM 1 Desa Banjarejo Parwoto. Menurutnya, untuk tahap awal areal bawang merah yang dibudidayakan petani di KTM 1 seluas setengah hektar. Sedangkan, yang dikelola petani Desa Banjarejo lebih dari dua hektar. “Dengan keberhasilan ini, ke depan KTM 1 akan menambah areal dua hektar lagi,”kata Parwoto.
Dukungan senada disampaikan, Seketaris Kelompok Joglo Tani Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung Eko Prasetyo. Menurutnya, budidaya bawang merah sangat menguntungkan. Sebab, dari 1 ton bibit dapat menghasilkan panen mencapai 15 ton dengan harga Rp12 ribu/kg. “Kami berharap, Pemkab Lamtim menyalurkan bantuan kepada kelompok tani lain agar merasakan hasil yang sama,”kata eko Prasetyo.
Sementara, Nanang Suparlan salah seorang petani bawang merah di Desa Banjarejo mengungkapkan, awalnya para petani hanya coba-coba. Namun, belakangan harga komoditas tersebut cukup menggiurkan. Sehingga para petani pun berlomba-lomba menanam bawang merah.
Ditambahkan, budidaya tanaman bawang merah di desanya, dipelopori oleh Karino, yang juga masih kerabatnya.
Bahkan, untuk meningkatkan pengetahuan petani akan budidaya tanaman bawang merah, para petani mendatangkan guru dari daerah sentral tanaman bawang merah, yakni Brebes Jawa Tengah. “Kami menimba ilmu tentang tata cara budidaya tanaman bawang merah. Dan, ternyata cukup bagus dikembangkan di Desa Banjarrejo,” imbuhnya.

Masih menurut Nanang, fluktuasi harga yang tidak menentu kerap menjadi kendala petani. Seperti saat ini, harga bawang merah berkisar pada harga Rp15 ribu per kilogram. Padahal, untuk harga normal petani dapat meraup keuntungan yang lumayan. “Kalau masalah untuk pemasaran, nyaris tidak ada kendala. Sebab, sudah ada pembeli yang menampung hasil panenan kami,”pungkasnya. (adv)





