Perspektiflampung.com-Kelompok Wanita Tani (KWT) Lampung Tengah berupaya mengembangkan produksi gula aren sebagai ikon gula kristal yang lebih sehat.
Ketua Forum KWT Lampung Tengah Hj Elya Lusiana Loekman Djoyosoemarto mengatakan, produksi gula aren hasil kreativias wanita Lamteng ini sangat besar potensinya, dari pengolahan pangan lokal dan akan sangat tepat jika dipasarkan pada diberbagai kalangan. “Seperti KWT Kecamatan Sendang Agung yang akan menjadikan gula aren sebagai ikon gula kristal yang lebih enak dan menarik. Kita berharap hasil pengolahan akan tepat guna dengan perputaran dari, untuk, serta oleh KWT,” kata Elya Lusiana.

Menuruti Elya Lusiana, saat ini kondisi ketahanan pangan di Lamteng masih aman. Kondisi ketahanan pangan untuk sampai ke tingkat rumah tangga harus dipertahankan dan dibangun terus menerus dengan upaya melalui pemberdayaan wadah kelompok tani. ”Bantuan–bantuan dari pemerintah daerah banyak, namun penyalurannya diperlukan masukan dari bawah, dan diharapkan akan sesuai dan tepat sasaran seperti kebutuhan masyarakat,” lanjut dia.

Pada kesempatan tersebut, Elya Lusiana juga menyerahkan bantuan Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) senilai Rp 15 juta kepada KWT, yang berasal Dinas Ketahanan Pangan Lampung Tengah, serta Kartu Identitas Anak (KIA).
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lamteng, Jumali, S.P. beserta Kepala Dinas Perikanan Kuswadi Suwardi hadir dan menampung aspirasi dari pengurus juga anggota KWT se- Lampung Tengah. Keduanya meminta peran aktif dari pengurus dan anggota KWT sehingga, pemerintah daerah dapat menyerap ragam kebutuhan yang diperlukan, sehingga memaacu semangat para pengurus dan anggota untuk lebih maju, kteatif dan imajinatif,” ujar keduanya. (*)






