Lahan Puso Akibat Banjir Lamtim Meluas

0
1044
Tanaman Jagung DI Kecamatan Sekampung Yang Puso Akibat Banjir

Perspektiflampung.com -Areal pertanian di Kabupaten Lampung Timur yang mengalami kegagalan panen (puso) meluas.

Berdasarkan hasil pendataan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur, aeal pertanian yang mengalami puso juga tersebar di Kecamatan Batanghari dan Jabung.  Hingga, kini total areal pertanian yang mengalami puso mencapai 285 hektar.  Dari jumlah itu, 108 hektar di Kecamatan Sekampung, Batanghari 28 hektar dan Jabung 149 hektar.

 

Selain itu, banjir yang disebabkan luapan Sungai Way Sekampung juga merendam 70 hektar tanaman jagung di Kecamatan Metrokibang dan 200 hektar tanaman padi di Kecamatan Wawaykarya. Namun, untuk banjir di Metrokibang dan Wawaykarya belum dapat dipastikan puso atau tidak.

 

Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Hadi Makrum mewakili Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur M.Yusuf HR menjelaskan, untuk lahan padi sawah yang mengalami puso diupayakan akan mendapat bantuan benih.  “Saat ini Pemkab Lamtim memiliki cadangan benih daerah  untuk areal seluas 600 hektar,”terang Hadi Makrum, Senin (5/3).

 

Sebelumnya diberitakan, ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Sekampung  puso akibat terendam air.

Lahan pertanian yang gagal panen berada di Desa Trimulyo seluas  18 hektar tanaman padi dan 28 hektar tanaman jagung, Desa Jadimulyo 18 hektar padi, Desa Girikarto 25 hektar padi, Desa Karyamukti 22 hektar padi dan 8 hektar jagung, Desa Sidomulyo 5 hektar padi, Desa Sidomukti 15 hektar padi dan 2,5 hektar padi.

Utik Suarsih Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sekampung mengatakan total lahan pertanian yang mengalami Puso seluas 100,5 hektar tanaman padi dan 36 hektar tanaman jagung. Luas lahan pertanian yang mengalami gagal panen diperkirakan akan terus bertambah mengingat curah hujan yang tinggi. “Sampai 19 Februari  2019 tercatat 100,5 hektar padi dan 37 tanaman jagung Poso,” kata Utik Suarsih.

Ditambahkannya, tanaman yang mengalami gagal panen merupakan tanaman berusia 10 hari hingga 80 hari sesudah tanam. ””Laporan yang masuk ada tanaman yang menjelang panen terendam air dan mengakibatkan gagal panen,” terang Utik Suarsih.

Lebih lanjut, untuk membantu meringankan beban petani, luas lahan yang mengalami gagal panen telah dilaporkan dengan harapan mendapat bantuan benih yang bersumber dari Cadangan Benin Nasional (CBN). “Luas lahan yang gagal panen semudah dilaporkan untuk dapat diganti dengan cadangan benih,” kata Utik Suarsih.

Utik Suarsih juga menghimbau kepada petani untuk meningkatkan kewaspadaan dikarenakan curah hujan masih tinggi. (Fri)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here