Simulasi diawali dengan kesiapan personil Sabhara mengamankan aksi unjuk rasa warga yang menuntut hak atas tanah yang dikuasi salah satu perusahaan. Pada pengamanan itu, personil mencoba melakukan negoisasi agar aksi dilakukan secara damai.
Masa yang tidak bersedia negoisasi dan nekat bertindak anarkis. Menghadapi aksi masa yang anarkis, Polres Lamtim menurunkan personil untuk melakukan penebalan pasukan. Karena masa semakin tak terkendali, Polres Lamtim menyiram masa dengan water canon.
Tapi masa tetap berusaha menembus barikade petugas. Akhirnya, Polres Lamtim menurunkan tim Samapta lanjutan dan melepaskan tembakan peringatan. Karena masa semakin beringas, petugas melepaskan tembakan dengan peluru karet. Hingga masa membubarkan diri
Kombes Bambang Ponco Sutiarso menjelaskan, simulasi itu merupakan rangkaian perlombaan Samapta di jajaran Polda Lampung. Menurutnya, lomba Samapta ini juga dalam rangka persiapan pengamanan pemilihan kepala daerah. “Dari pengamatan kami, simulai yang digelar Polres Lamtim bagus. Sebab, personilnya terlihat sudah siap, kompak dan solid,” jelas Kombes Bambang didampingi Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan.
Kombes Bambang optimis personil Polres Lamtim telah siap mengamankan pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati, 9 Desember 2020 mendatang.
Sementara Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan menjelaskan, meski tidak untuk kegiatan perlombaan, jajarannya rutin menggelar latihan pengamanan aksi unjuk rasa. Hal itu, untuk mengantisipasi terkadinya kontijensi atau aksi unjuk rasa yang tak terkendali. Terlebih dalam waktu dekat ini, Lamtim akan melaksanakan Pilbub. Karenanya, Polres Lamtim telah melakukan persiapan pengamanan sejak awal. “Dengan adanya peraiapan sejak awal, maka saat dibutuhkan personil benar-benar sudah siap,” kata AKBP Wawan Setiawan. (Fri).