Perspektiflampung.com-Pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Metro dari jalur perseorangan, Wahdi-Qomaru Zaman, berhasil meraih suara terbanyak berdasarkan hitung cepat versi KPU melalui laman pilkada2020.kpu.go.id.
Melalui data yang dirilis pada Senin (14/12/2020), dari 310 TPS yang ada, pasangan Wahdi-Qomaru meraih suara terbanyak yakni, 28.255 atau 29,1 persen. Disusul pada posisi kedua, pasangan Anna Morinda-Fritz Ahmad Nuzir yang meraih 27.013 suara atau 27,8 persen.
Selanjutnya, pasangan nomor urut 3 Ampian Bustami-Rudy Santoso (ABDY) meraih 22.683 suara atau 23,4 persen. Dan terakhir, pasangan Ahmad Mufti Salim-Saleh Chandra, meraih 19.131 suara atau 19,7 persen.
Sementara itu, rekapitulasi penghitungan suara pada tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang digelar hingga Sabtu (12/12/2020) dinihari, juga menyatakan pasangan nomor urut 1, Wahdi-Qomaru Zaman (WaRu), berhasil unggul.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, pasangan WaRu, meraih total sebanyak 28.294 suara atau 29, 08 persen, sehingga bertaut sekitar 1.272 suara dari pasangan Anna Morinda-Frizt Ahmad Nuzir (Anna-Frizt) yang meraih 27.022 suara atau 27 77 persen.
Selanjutnya, pasangan nomor urut 3, Ampian Bustami-Rudy Santoso (ABDY) meraih 22.819 suara atau 23,45 persen, dan terakhir pasangan nomor urut 2, Ahmad Mufti Salim-Saleh Chandra, meraih 19.158 suara atau 19,69 persen dari total suara sah sebanyak 97.293 pada Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Metro.
Ketua KPU Kota Metro, Nurris Septa Pratama dalam keterangan persnya mengatakan, secara keseluruhan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kecamatan telah selesai, dan tidak terdapat kendala yang berarti. “Hanya terdapat kesalahan tulis atau angka, tetapi sudah dilakukan pembenaran yang diketahui saksi-saksi,’ kata Nurris.
Usai pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan, KPU Kota Metro akan melaksanakan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, yang dijadualkan berlangsung pada tanggal 13-17 Desember 2020. (ga)






