Rabu, April 21, 2021
Beranda PERISTIWA Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung Bongkar Makam Korban Percobaan Pembunuhan Satu...

Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung Bongkar Makam Korban Percobaan Pembunuhan Satu Keluarga




       Perspektiflampung.com – Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung melakukan otopsi jenasah Hs (5) warga Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung korban percobaan bunuh diri satu keluarga, Rabu (24/2/2021).
       Hs merupakan korban bunuh diri satu keluarga bersama TH ayah dan IH kakaknya pada 5 Januari 2021 lalu. Sedangkan nyawa TH dan IH berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit.
       Otopsi dilakukan di Pemakaman Dusun I Jodipati Desa Hargomulyo mulai pukul 11.16 wib. Pembongkaran makam sekitar 1 jam dilanjutkan dengan pemeriksaan jasad korban oleh tim Forensik.
       Tim forensik dipimpin dr. Jins Ferdinand Possible didampingi dr. Dedi D dokter bedah forensik juga disaksikan Kasat Reskrim AKP Faria Arista, Kapolsek Sekampung AKP Muliawati Nurtia Kusnadi, Camat Sekampung Edy Susilo.

Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Lampung melakukan Pembongkaran Makam Hs (5) korban percobaan pembunuhan satu keluarga untuk dilakukan otopsi. (Foto:Fri)

       Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Faria Arista menjelaskan otopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian korban. “Otopsi dilakukan untuk melengkapi penyelidikan penyebab kematian korban atas percobaan bunuh diri satu keluarga,” kata AKP Faria Arista.
       Lebih lanjut, pelaksanaan otopsi melibatkan tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Lampung. Otopsi akan mengambil sampel untuk di uji di Laboratorium. “Kita tunggu hasil laboratorium dan hasil diagnosa dokter forensik,” kata AKP Faria Arista.
       Terkait tersangka dalam kasus percobaan bunuh diri satu keluarga, penyidik Polres Lampung Timur belum menetapkan tersangka. Dugaan sementara percobaan bunuh diri dilakukan TH ayah korban dengan melibatkan kedua anaknya. “Saat ini masih dilakukan observasi terhadap TH, karena dari pengamatan ayah korban mengalami depresi dan sulit diajak komunikasi,” kata AKP Faria Arista.
       Ditambahkannya, untuk memastikan kondisi kesehatan orang tua korban, Polres Lampung Timur akan berkoordinasi dengan Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung untuk melakukan observasi kejiwaan calon tersangka. “Kami masih menunggu jadwal dari Rumah Sakit Jiwa untuk melakukan observasi, karena bangsal Rumah Sakit saat ini masih penuh,” kata AKP Faria Arista. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments