Selasa, Oktober 26, 2021
Beranda UMUM Perubahan APBD 2021, Proyeksi Pendapatan Rp 921, 285 Miliar

Perubahan APBD 2021, Proyeksi Pendapatan Rp 921, 285 Miliar

Perspektiflampung.com-DPRD Kota Metro menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Raperda Perubahan APBD  2021. Total pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 921,285 miliar. 

       Selain penyampian Raperda Perubahan APBD 2021, Rapat Paripurna DPRD Kota Metro yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Metro, Selasa (21/09/21), juga dirangkai dengan Penyampaian Raperda Kota Metro tentang Pelestarian Cagar Budaya.

       Sekretaris DPRD Kota Metro, Budiyono mengatakan,  rapat paripurna ini diadakan untuk menyelesaikan proses perubahan perencanaan dan penganggaran tahun 2021 serta pembahasan regulasi terkait pelestarian cagar budaya. “Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung ini untuk memperkuat Perda nomor 8 tahun 2017 tentang Pemeliharaan dan Pelestarian Budaya Lampung dan Perda nomor 4 Tahun 2020 tentang Pendirian museum di Kota Metro,” kara Budiyono.

       Pada kesempatan tersebut,   Walikota Metro Wahdi menyebutkan, penyusunan Perubahan APBD tahun 2021  berpedoman pada perubahan RKPD dan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran serta Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). “Total pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 921,285 miliar  yang sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 910,828 miliar,” papar Wahdi.

       Sedangkan,  total belanja diproyeksikan sebesar Rp 991,648 miliar  yang sebelumnya direncanakan sebesar Rp 958,828 miliar. Kenaikan terjadi pada belanja operasional  sebesar Rp 44,780 miliar yang semula direncanakan Rp 801,421 miliar dan menjadi Rp 846,201 miliar. Lalu,  pos belanja lainnya seperti belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer mengalami penurunan. “Dari uraian pendapatan dan belanja daerah, maka defisit anggaran sebesar Rp 70,362 miliar rupiah yang selanjutnya akan ditutupi dengan pos pembiayaan yang berasal dari SILPA,” lanjut dia.

       Sementara, mengenai Raperda Kota Metro tentang Pelestarian Cagar Budaya, pihaknya menyampaikan bahwa regulasi ini merupakan bentuk komitmen untuk mewujudkan Kota Metro yang berpendidikan, sehat, sejahtera dan berbudaya. “Pentingnya Pelestarian Cagar Budaya sebagaimana amanat UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya hendaknya disesuaikan dengan potensi Kota Metro. Sebagaimana diketahui Kota Metro masih banyak terdapat bangunan heritage yang memiliki corak khas atau tradisi suatu budaya yang digunakan secara terus-menerus dan perlu dilestarikan dan dijaga serta dirawat,” ungkapnya (ga)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments