Selasa, Oktober 26, 2021
Beranda UMUM Dugaan Pungli, Kemenag Lamtim Akan Panggil Pihak MTs N 2 Raman Utara

Dugaan Pungli, Kemenag Lamtim Akan Panggil Pihak MTs N 2 Raman Utara

Perspektiflampung –  Kepala Kantor Kementerian Agama Lampung Timur (Lamtim) akan melakukan pemanggilan terhadap oknum Kepala MTs N 2 Raman Utara, yang diduga melakukan pungutan liar (Pungli) kepada wali murid kelas VII dengan dalih pembelian sampul raport.
Indra Jaya selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Lamtim menegaskan, akan memanggil kepala madrasah untuk meminta keterangan kebenaran terkait pemberitaan mengenai pungutan tersebut.
” Pungutan tersebut harus melalui musyawarah baik kepada wali murid ataupun komite sekolah, apapun alasannya pihak madrasah kalau mau melakukan pungutan harus meminta persetujuan dulu melalui komite sekolah dan para wali murid, sesuai dengan standar operasional (SOP). Kalau cara ini tidak dilakukan maka pihak madrasah salah dan tidak dibenarkan untuk melakukan pungutan,”Jelasnya di ruang kerjanya, Senin, (11/10).
Lebih lanjut, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terkait dugaan pungli tersebut dan meminta kepada oknum kepala madrasah untuk mengembalikan kembali uang pungutan kepada wali murid kelas VII karena tidak dibenarkan karena melawan aturan yang berlaku.
” Kami akan membuatkan berita acara pemeriksaannya, kemudian diteruskan kepada pihak Kantor Wilayah (kanwil) Kemenag Provinsi Lampung, karena kami merupakan Instansi vertikal (di bawah naungan kementerian agama- Red), jadi kami harus menyampaikan kepada pihak kanwil Kemenag Provinsi Lampung untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum kepala madrasah tersebut, “terangnya.
Terkait dengan sanksi  lanjutnya, mengacu pada aturan Aparatur Sipil Negara (ASN), ada 3 sanksi yaitu sanksi ringan yang sifatnya teguran, sanksi sedang yang sifatnya penundaan pangkat, sanksi berat yang sifatnya pembebasan dari jabatannya ataupun sampai dengan pemberhentian sebagai PNS. (rls/*)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments