Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Angka kematian akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Provinsi Lampung Tertinggi se Indonesia, kesadaran masyarakat untuk vaksin masih rendah.
Hal tersebut diungkapkan Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugianto didampingi Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution usai melakukan video conference dengan Kapolri di Desa Adirejo Kecamatan Pekalongan, Kamis (24/3/2022).
Menurutnya, hingga saat ini pencapaian vaksinasi dosis pertama baru 89,12 ersen dan 67 persen untuk dosis kedua. “Provinsi lain pencapaian vaksin sudah 90 persen,” kata Irjen Pol Hendro Sugianto.
Selain masih rendahnya pencapaian vaksin, untuk tingkat kematian akibat covid 19 Lampung masih tertinggi. Tingkat kematian pada bulan Februari lalu 7,8 persen, bulan Maret 5,6 persen. “Jumlah penduduk Lampung lebih sedikit di bandingkan pulau Jawa, Lampung tertinggi jumlah kematiannya, nomor 1 di Indonesia,” ujar Kapolda Lampung.
Kapolda menambahkan, tingginya angka kematian akibat covid-19, penyebabnya ada dua faktor, apakah pendataannya kurang bagus, orang mati akibat kecelakaan datanya di masukkan ke Covid atau fasilitas kesehatannya kurang bagus.
Lebih lanjut, untuk meningkatkan persentase vaksin dibutuhkan kesadaran masyarakat. Karena ketersediaan vaksin sampai saat ini mencukupi. Vaksin kalau tidak habis akan kadaluarsa. “Saat ini ketersediaan vaksin mencukupi, ada sekitar 1 juta dosis lebih, kemarin terdapat 197 ribu vaksin kadaluarsa,” ujar Irjen Pol Hendro Sugianto.
Sementara Kapolres Lampung Timur AKBP Zaky Alkazar Nasution menjelaskan, pada pelaksanaan vaksinasi disediakan 550 dosis untuk vaksi 1,2 dan 3 atau booster.
Kepala dinas Kesehatan Lampung Timur, dr. Nanang Salman Saleh menjelaskan pencapaian vaksinasi di Lampung Timur berdasarkan identitas penduduk untuk dosis 1 mencapai 779 775 atau 93,86 persen, dosis kedua 531521 atau 73,98 persen dan untuk dosis ketiga mencapai 22.744 atau 2,74 persen.
Sedangkan pencapaian vaksin berdasarkan distribusi vaksi yang diterima Dinas Kesehatan Lampung Timur untuk dosis pertana mencapai 675.737 (81,34%), Dosis kedua 446.590(53,76%) serta Dosis ketiga 13.041(1,5%). (Fri)






