Perspektiflampung.com- Bertepatan dengan peringatan lahirnya Pancasila, LMK Pencipta Lagu Rekaman Industri (Pelari) Nusantara menggelar Halal bi Halal dan Apresiasi Insan Musik Indonesia di Hard Rock Cafe Jakarta di kawasan Jalan Jenderal Sudirman No.54-55, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (01/06/2022).
CEO Managemen KPE Jaya Nusantara, Asst Prof.Dr. Edi Ribut Harwanto SH MH yang juga pengacara dan akademisi Universitas Muhammadiyah Metro hadir di acara tersebut.
Momentum Halal bi Halal di bulan Syawal 1443 H pasca Lebaran Idul Fitri juga dimanfaatkan untuk berbagi tali kasih kepada keluarga WR Supratman sebagai pencipa lagu Indonesia Raya.
CEO Managemen KPE Jaya Nusantara, Edi Ribut Harwanto yang diundang memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut mengatakan, silaturahmi tersebut juga untuk meningkatkan kerjasama label.
“Kita lebel kan mungkin harus bekerjasama. Terkait masalah penarikan royalty, ekonomi dan amoral para pencipta dan lain-lain sehingga dapat dikoleksi dan dapat digabung. Saya berharap setelah pandemi nanti, pelan-pelan kita akan melakukan promosi dan kegiatan-kegiatan yang siapa tau ada off air. Kita santai tapi serius dari pihak lebel kita,” kata Edy Law, sapaan akrab Edi Ribut, didampingi artis KPE Jaya Nusantara Rania Zaskia pelantun lagu Geser Dong dan Alexa Rani pelantun lagu Ayangku.
Sementara, Rania mengutarakan sangat senang bisa ikut hadir dalam kegiatan para senior yang berkiprah di dunia musik dan sedang memperjuangkan haknya sebagai pemusik.
“Hai ini aku lagi ada di Hard Rock Cafe acara halal bihalal untuk semua senior apa sih namanya penyanyi kita yang dulu ya. acaranya sangat bagus dan megah banget dan seru banget ya pastinya sih bukannya kata gue sih tapi nggak papa ini benar-benar seru banget acaranya dan sangat mengapresiasikan buat penyanyi-penyanyi baru dan talen-talen baru untuk belajar banyak dari ini senior kita gitu jangan kemana-mana Ikutin terus ya acara kita hari ini,” ujar dia.
Sedangkan Alexa menyebut, dengan ikut hadir seperti ini mengaku membuatnya mendapat pengalaman ditengah para musisi dan penyanyi, bertambah ingin banyak belajar perdalam dunia nyanyi.
Ia juga mengapresiasi atas karya dan apa yang telah dihasilkan para musisi musisi handal indonesia. Menurutnya hasil karya seseorang patut untuk dihargai dan diberikan yang menjadi hak haknya.
#Pelari Nusantara Perjuangkan Hak Royalti Pencipta Lagu#
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) Pelari Nusantara, Awaludin Sinaga menjelaskan bahwa kegiatan Halal Bi Halal untuk komunitas para pencipta dari LMK Pelari Nusantara ini juga mengundang para pencipta dari pihak luar dari LMK. Dengan tujuan untuk lebih menyatukan para pencipta baik dari LMK Pelari Nusantara mau pun dari luar LMK Pelari Nusantara, sehingga pendapatan royalty lebih bagus dari yang sekarang
“Acara ini terkait Halal bi Halal untuk komunitas para pencipta dari LMK Pelari Nusantara ini juga mengundang para pencipta dari pihak luar dari LMK. Yakni pencipta dari luar lembaga LMK Nusantara. Sekaligus merayakan HUT ke-5 LMK Pelari Nusantara,” ujar Awaludin.
Lebih lanjut Awaludin mengatakan, bahwa dengan adanya kerjasama dari dua belah pihak, para pencipta lagu bisa lebih sejahtera dengan membuat apa kebijakan dan ketentuan-ketentuan yang berpihak kepada para pencipta lagu.
“Kita akan tetap konsisten melakukan transparansi dari pemberian Royalty. Apabila nanti ketua dari lmk pelari Bung Sandek Sahetapi telah resmi di lantik sebagai ketua pelaksana harian untuk pemungutan royalty. Nah itu mudah-mudahan beliau dengan langkah-langkah yang telah kita susun bisa menciptakan apa pemungutan royalti atau lisensi yang lebih baik kedepannya dari yang kemarin-kemarin,” pungkas Awaludin.
Menurut Awaludin, sementara ini ada 10 LMK di level nasional, 4 di antaranya pencipta, selebihnya ada merupakan hak terkait. “Jadi dari 10 LMK ini berhak untuk memungut royalti yang nantinya dilaksanakan oleh pelaksana harian yakni Bung Sandek,” urainya.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan tetap konsisten melakukan transparansi dari pemberian royalty, sehingga pencipta itu tetap sejahtera di kemudian hari. “Jangan ada pihak-pihak tertentu yang bisa atau mau memanfaatkan kepentingan daripada para pencipta itu demi kepentingan pribadi dan kelompoknya itu yang tidak kami kehendaki. Kami akan melakukan transparansi pembagian, deklarasikan, di umumkan supaya orang-orang tahu bahwa para pencipta itu mempunyai hak yang semestinya harus dibagikan kepada mereka. Pelari,… mantap,” tandasnya.(ga/rls)






