Perspektiflampung.com (Lampung Timur) – Sekolah Dasar IT Bina Ilmu Kecamatan Sekampung melaunching buku karya siswa, Sabtu (18/3/2023).
Buku berjudul Kumpulan Dongeng “Tarian Bangau” ditulis Aqila Sayyidah El-Hafizhah (8) siswa kelas 2 putri dari M Munawar.
Orang tua penulis, M Munawar mengatakan, Aqila Sayyidah El-Hafizhah sebenarnya tidak senang menulis dengan tangan. Untuk menulis satu lembar buku saja tidak selesai.
“Karena berkeinginan fotonya ada di sampul buku, maka saya ajari untuk menulis di komputer meski dengan lambat, dan akhirnya mampu menulis sebuah buku,” ujar M Munawar.
Ide penulis buku merupakan pengalam pribadi penulis dengan melihat kondisi lingkungan serta kondisi alam yang dilihat dalam perjalan baik dari rumah ke sekolah maupun tempat-temat lain. “Buku ini selesai di tulis dan di proses sekitar 8 bulan,” kata M. Munawar.
M. Munawar mengaku sangat terharu dengan dukungan dari sekolah dengan melaunching buku. “Terima kasih kepada sekolah dan Yayasan yang telah menggelar launching buku karya Aqila,” ujar M. Munawar.
Pembina Yayasan Bina Ilmu Cendekia yang menaungi SD IT Bina Ilmu, Dr. Mahfud mengatakan siswa SD mampu menulis sebuah buku merupakan prestasi yang luar biasa.
“Untuk di lingkungan pendidikan SD bisa menulis sebuah buku merupakan prestasi yang luar biasa karena menulis itu tidak mudah, untuk lingkungan perguruan tinggi menulis buku biasanya khusu untuk mahasiswa,” kata Dr. Mahfud.
Dr. Mahfud mengatakan Yayasan Bina Ilmu Cendekia komitmen untuk mendukung minat dan bakat siswa baik bidang akademik maupun non akademik.
“Sekolah harus tetap mendorong minat dan bakat siswa baik di bidang akademik maupun non akademik,” kata Dr. Mahfud.
Ditambahkan Dr. Mahfud, selain launching buku, SD IT Bina Ilmu juga menggelar Lomba mewarnai tingkap TK, PAUD dan Kober.
Camat Sekampung, Suparman mengatakan karya siswa mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa yang lain. “Karya ini menjadi sebuah prestasi yang luar biasa,” kata Suparman.
Suparman berpesan kepada seluruh orang tua untuk bijak dan memberikan prioritas perhatian kepada anak. “Anak merupakan aset bangsa, orang tua harus mampu dan bijak serta memprioritaskan kebutuhan anak-anak,” kata Suparman. (Fri)






