Harga Anjlok, Petani Singkong Lamtim Demo. Ini Tuntutannya

0
924

 

Aksi Unras Para Petani Singkong Lamtim

perspektiflampung.com-Ribuan petani singkong Kabupaten Lampung Timur menggelar aksi unjukrasa, Senin 23 Desember 2024.

Aksi unjukrasa paguyuban petani singkong itu digelar di depan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Lampung Timur.
Ketua paguyuban petani singkong Lampung Timur Maradoni dalam orasinya menyatakan, sejak puluhan tahun lalu para petani singkong terzolimi. Terutama, oleh para pengusaha pabrik tepung tapioka yang menetapkan harga singkong sangat rendah. Yaitu, rata-rata di bawah Rp1.000/kg.
Selain itu, potongan refraksi dari pabrik tepung tapioka sangat merugikan petani, yaitu mencapai 30 persen. Dengan rendahnya harga dan tingginya potongan, maka yang diterima petani rata-rata hanya Rp600 ribu/kg. “Ini sangat merugikan petani,”kata Maradoni.
Persoalan lain, para petani singkong juga kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab, singkong tidak dimasukkan dalam bahan kebutuhan pokok.
Dilanjutkan, dengan adanya berbagai permasalahan tersebut, para pengunjukrasa yang datang dengan menumpang puluhan unit mobil truk, sepeda motor dan ada juga yang menumpang traktor mengajukan tuntutan.
Antara lain, memintan Pemerintah dan DPRD Lamtim untuk memperjuangkan kenaikan harga singkong menjadi Rp1.890 per kg dengan potongan refraksi maksimal 10 persen.
Kemudian, meminta Pemkab dan DPRD Lamtim menertibkan atau menghilangkan praktik pungli yang ada di lingkungan pabrik. Para petani juga meminta pihak pabrik membenahi permainan timbangan.
Para petani juga meminta Kementrian Perdagangan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamtim melakukan pengawasan berkala kepad pabrik. Terutam, terkaiy sistem timbangan dan tester. Itu agar tidak terjadi permainan yang merugikan petani.
Tuntutan selanjutnya, para petani meminta Pemkab dan DPRD Lamtim untuk mengendalikan produk singkong masuk dalam sembilan kebutuhan pokok. Itu agar tanaman singkong mendapat alokasi pupuk bersubsidi.
Apabila sejumlah tuntutan tersebut menemui jalan buntu, para petani meminta Pemkab dan DPRD Lamtim agar menerbitkan kebijkan penghentian proses produksi pabrik tepung tapioka.
“Apabila, kebijakan Pemkab dan pihak terkait tidak diindahkan pihak pabrik. Kami yang akan menutupnya,”tegas Maradoni.
Kadatangan para pengunjukrasa itu disambut langsung Bupati Lamtim M.Dawam Rahardjo.
Kepada para pengunjukrasa, M.Dawam Rahardjo menyatakan, akan meneruskan aspirasi para petani singkong ke Pemerintah Provinsi Lampung. “Hari ini juga, aspirasi petani singkong Lamtim akan kami bawa ke Provinsi untuk dibahas bersama pengusaha tepung tapioka,”kata M.Dawam didampingi Asisten 3 Wirham Riadi dan Kaban Kesbangpol Syahrul Syah.
Sementara Ketua DPRD Lamtim Rida Rotul Aliyah saat menerima para pengunjukrasa menyatakan, DPRD Lamtim siap mengawal dan berusaha mewujudkan aspirasi para petani singkong. (rip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here