Ini Arahan Kajati Lampung Saat Panen Raya Padi Binaan Adhyaksa Di Lamtim

0
237
Kajati Lampung dan Bupati Lamtim Saat Panen Raya Di Desa Telogorejo Batanghari
perspektiflampung.com-Keberhasilan sektor pertanian tidak boleh dilepaskan dari pendampingan hukum yang kuat.
Hal itu disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo saat panen raya padi binaan Adhyaksa di Desa Telogo Rejo Kecamatan Batanghari Lampung Timur, Kamis 7 Agustus 2025.
Menurutnya, banyak persoalan di lapangan yang dihadapi petani bukan hanya soal teknis, tapi juga regulasi dan perlindungan hukum.
Karenanya, dalam rangka mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam bidang ketahan pangan. Maka Kejati Lampung dan jajaran melaksanakan program Adhyaksa Peduli Ketahanan Pangan. Yaitu melalui pembinaan dan pembinaan di bidang pertanian. Salah satunya, di Desa Telogorejo Kecamatan Batanghari.
“Inti dari ketahanan pangan adalah keberpihakan kepada kesejahteraan petani. Jangan sampai petani justru dirugikan oleh tengkulak, terjerat utang, atau tidak mendapatkan akses subsidi secara merata,”papar Danang Suryo Wibowo dalam acara yang juga dihadiri Dirjend Hortikultura Kementrian Pertanian Taufik, Bupati Lamtim Ela Siti Nuryamah, Kajari Pofrizal, Kapolres AKBP Heti Patmawati dan jajaran Forkopimda.
Kajati juga menekankan pentingnya edukasi hukum bagi petani dan pemerintah daerah agar terhindar dari persoalan seperti alih fungsi lahan ilegal.
Menurutnya, lahan pertanian harus dilindungi. “Jangan sampai karena keputusan politik atau ekonomi jangka pendek, sawah-sawah produktif berubah jadi kompleks perumahan. Ini tanggung jawab semua pihak, termasuk DPRD,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kajati menawarkan delapan program pendampingan dari Kejaksaan, mulai dari edukasi hukum, bantuan pupuk dan benih, hingga fasilitasi CSR dari perusahaan untuk mendukung pertanian.
Kajati juga menyatakan siap menjadi penghubung antara pemerintah daerah dan kementerian untuk percepatan pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana pertanian seperti dryer, sumur bor, dan alat mesin pertanian modern.
Kesempatan yang sama Kajari Lampung Timur Pofrizal menyatakan rasa bangganya terhadap capaian para petani yang ada di Lampung Timur. Khususnya  petani di Desa Telogorejo, Kecamatan Batanghari.
Menurutnya, melalui program tersebut, jajaran Adhyaksa mendorong penyaluran bantuan alat pertanian seperti pompa air dan sprayer. Kemudian, menjamin distribusi hasil panen secara tepat guna. “Panen ini adalah bukti kerja keras para petani binaan yang sukses mengelola lahan secara mandiri. Ini layak menjadi studi tiru bagi desa-desa lain,” tegasnya.
Kesempatan yang sama Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional.
Menurutnya, sejalan dengan visi misi Presiden dan Gubernur dalam rangka mendukung program ketahanan pangan. Saat ini diawali panen pada lahan seluas 4.187 hektar.  “Hingga akhir 2025, kami targetkan perluasan tanam mencapai tambahan 4.900 hektar. Semua ini berkat sinergi lintas sektor,” ujar Ela Siti Nuryamah didampingi Plt.Sekretaris Kabupaten Tarmizi, para Asisten dan kepala organisasi perangkat daerah.
Sementara itu, Kepala Bulog Metro, Harmein Indra Pohan, juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai simbol kuat sinergi kelembagaan.
“Kami telah menjalin kemitraan erat bersama TNI, Polri, hingga Kejaksaan dalam menjaga kualitas dan kelancaran distribusi pangan. Ini bukan sekadar panen, tapi momentum penting menjaga stabilitas nasional,” katanya.
Selain ikut panen raya, pada kesempatan itu, Kajati dan jajaran juga secara simbolis menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada sejumlah kelompok tani. (rip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here