Lamtim Kembali Raih KLA Katagori Nindya 2025

0
97
Bupati Lamtim dan Jajaran Tunjukkan Penghargaan KLA

perspektiflampung.com- Upaya Kabupaten Lampung Timur mempertahankan predikatnya sebagai Kabupaten Layak Anak membuahkan  hasil.

Itu setelah Lamtim kembali meraih Penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya tahun 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Lamtim  berhasil mempertahankan predikatnya sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Nindya.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi kepada Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada malam puncak penganugerahan di Jakarta, Jumat 8 Agustus 2025.

Hadir mendampingi Bupati, Kepala Bappeda Agusrina Syaka, Plt Kadis PP, Dalduk dan KB, Titin Wahyuni dan jajaran terkait lainnya.

 

Ajang bergengsi ini diikuti 355 kabupaten/kota se-Indonesia, dengan empat kategori penghargaan: Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.

Ela Siti Nuryamah mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini adalah hasil kerja keras bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat yang berkomitmen menciptakan lingkungan aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Penghargaan ini bukan hanya simbol prestasi, tetapi juga pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Lampung Timur,” ujarnya.

Dilanjutkan, Pemkab Lamtim akan terus mendorong kebijakan dan program yang fokus pada pemenuhan hak anak. Antara lain meliputi penyediaan ruang bermain yang aman, peningkatan fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan anak dari kekerasan dan eksploitasi

Lebih lanjut Ela menyatakan, tantangan terbesar dalam mewujudkan KLA adalah perubahan pola interaksi sosial di era digital.

“Anak-anak kini semakin akrab dengan gawai dan menghabiskan banyak waktu di depan layar, sehingga diperlukan pengawasan serta alternatif kegiatan positif di dunia nyata,”urai Ela.

Karenanya, saat ini Pemkab Lamtim sedang mengembangkan program literasi digital untuk anak dan orang tua, serta menyediakan lebih banyak sarana olahraga dan ruang publik yang ramah anak.

Harapannya, anak-anak Lampung Timur tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga kuat mental dan cerdas secara sosial.

Sejak pertama kali meraih predikat KLA, Lampung Timur rutin melakukan evaluasi dan pembenahan di berbagai sektor yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak.

Kesempatan yang sama Ela menyatakan, penghargaan ini tidak membuat Lamtim berpuas diri. Ke depan, program akan diperluas hingga ke desa-desa agar seluruh wilayah merasakan manfaat dari konsep Kabupaten Layak Anak secara merata.

 

“Harapan kami  ke depan setiap anak di Lampung Timur, baik yang tinggal di pusat kabupaten maupun di pelosok desa, mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih cita-citanya,” tegasnya.

Sementara, Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi kabupaten/kota yang mampu mempertahankan atau meningkatkan capaian KLA di tengah tantangan transisi kepemimpinan dan perubahan sumber daya manusia.

 

Menurutnya, keberhasilan ini membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid. Antara lain didukung oleh peran dunia usaha melalui program CSR yang difokuskan pada fasilitas anak. Kemudian, dukungan organisasi masyarakat dalam mengedukasi orang tua dan anak.

Selain itu, keberadaan Forum Anak Daerah (FAD) turut menjadi mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi dan ide perbaikan lingkungan dari perspektif anak.

“Dengan prestasi ini, Lampung Timur diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Provinsi Lampung maupun nasional,”harap Arifah Fauzi. (adv).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here