PERSPEKTIFLAMPUNG-Sebanyak 5.980 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Metro menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program tersebut, merupakan transformasi dari bantuan pangan Raskin dan Rastra.
Kepala Dinas Sosial Kota Metro, Ellya Lusiana menjelaskan, Program BPNT merupakan transformasi dari bantuan pangan Raskin dan Rastra. “Pada bulan April tahun 2018 ini merupakan penyaluran perdana BPNT di Kota Metro dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 5.980 yang terbagi di 19 agen yang disebut E Warong,” kata Ellya Lusianna, pada penyerahan secara simbolis BPNT di Lapangan Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Jumat (27/4).
Menurut Lusiana, setiap E Warong memiliki penyelia yang berasal dari pendamping PKH serta pendamping BPNT yang berasal dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan. “Adapun, jumlah bantuan yang diterima setiap KPM sebesar Rp 110 ribu per bulan, sehingga total dana yang digulirkan oleh Kementerian Sosial RI sebesar Rp 647,9 juta setiap bulan untuk BPNT. Dana Rp 110 ribu, dikirim ke masing-masing rekening KPM dan dipergunakan untuk transaksi beras dan telur dengan menggunakan kartu combo yang digesekkan di mesin EDC,” paparnya.
Wakil Walikota Metro Djohan, yang menyerahkan bantuan secara simbolis mengatakan, penyaluran bantuan pangan secara non tunai mulai dilaksanakan pada tahun 2017 di 44 kota yang memiliki akses dan fasilitas memadai. “Di Provinsi Lampung, Kota Metro masuk dalam gelombang kedua dalam penerapan BPNT setelah Bandar Lampung,” kata Djohan.
Ia berharap, program ini dapat berjalan sukses sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Metro serta pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Metro. (Fri)






