Perspektiflampung.com-Proyek renovasi Pasar Cendrawasih Kota Metro yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 3,9 miliaran, dipastikan bakal mangkrak. Itu, setelah rencana relokasi pedagang dari areal parkir yang dijadualkan hari ini, batal.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Rabu (19/6) merupakan jadual relokasi pedagang dari areal parkir ke lantai II Pasar Cendrawasih, sebagaimana surat pemberitahuan III/peringatan, nomor 300/174/D.18.03/2019, tertanggal 7 Mei 2019, yang ditandatangani Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo M. Hutabarat, yang banyak ditempel di kios-kios pedagang.
Berdasarkan surat tersebut, eksekuksi/penataan pedagang pada lapak di areal parkir Pasar Cendrawasih agar pindah ke lantai II pasar tersebut, yakni Rabu (19/6). Namun, hingga petang, tidak terlihat aktivitas eksekusi.
Yanto, salah seorang PKL Pasar Cendrawasih mengatakan, batalnya relokasi pedagang, lantaran akhir pekan lalu kepala daerah setempat, meninjau lokasi lantai II dan menyatakan lokasi tersebut, tidak layak untuk ditempati para pedagang, yang sebagian besar merupakan pedagang pakaian. “Lokasi yang disiapkan lebih pantas untuk pedagang hamparan. Mungkin itu penyebab batalnya relokasi,” kata Yanto.
Sayangnya, Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro, Leo Hutabarat, tidak dapat dihubungi meskipun ponselnya aktif. Layanan pesan singkat yang dikirim ke nomornya, juga tidak dibalas.
Sementara itu, berdasarkan pantauan, proyek renovasi Pasar Cendrawasih yang menelan dana hampir Rp 3,9 miliar dari APBD Kota Metro tahun 2018 tersebut, terkesan dikerjakan asal-asalan. Seperti cor-coran lapak yang bergelombang, pintu besi pada bagian bawah lapak yang kualitasnya jelek, hingga eskalator yang dipasang di tengah-tengah pasar, kualitasnya juga sangat memprihatinkan.(*)





