PERSPEKTIFLAMPUNG-Penangan pasca panen yang baik merupakan salah satu solusi mengatasi turunnya harga jagung yang sedang terjadi di Kabupaten Lampung Timur saat ini.
Demikian disampaikan Bupati Lampung Timur Chusnunia, Senin (29/1). Menurut Mbak Nunik, demikian Chusnunia biasa disapa, turunnya harga jagung yang terjadi saat ini antara lain karena sedang musim panen raya, sehingga komoditasnya melimpah. Selain itu, kadar air jagung yang baru dipanen masih tinggi. Saat ini, kadar air jagung yang baru dipanen rata-rata 35- 30 persen dari standar 14 persen.
Karenanya, untuk mengatasi anjloknya harga jagung dari Rp3.450 menjadi Rp3.350/kg, petani diharapkan melakukan penanganan pasca panen yang baik. Antara lain, dengan menurunkan kadar air melalui penjemuran. “Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung untuk mengajukan bantuan terpal jemur,”jelas Nunik.
Kemudian Nunik juga berharap, para petani tidak terburu-buru menjual jagung yang telah dipanen. Sebab, saat ini daya tampung pabrik pengolah jagung terbatas akibat produk melimpah.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur M.Yusuf HR menjelaskan, guna menjaga kualitas hasil panen jagung, Pemkab Lamtim masih menunggu bantuan alat pengering (box dryer) dari Kementrian Pertanian RI. Menurutnya, dengan alat tersebut penjemuran jagung tidak harus mengandalkan matahari. “Dalam waktu dekat ini, Kementrian Pertanian RI akan melakukan peninjauan ke Lamtim,”jelasnya. (wyn)






