P

ERSPEKTIFLAMPUNG – Jumlah penderita Disabilitas mental (Gangguan Jiwa) Dikabupaten Lampung Timur berjumlah sebanyak 34 orang yang mengalami pemasungan. Dari jumlah tersebut 15 orang diantaranya akan dievakuasi ke rumah sakit jiwa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Mahmud Yunus pada rapat kordinasi tim Evakuasi Korban pasung dari Krmenterian Sosial RI dan Panitia Sosial Bina Laras (PSBL) Dharma Guna Bengkulu, di Aula atas pemkab Lamtim, Senin (9/4).
” Alhamdulillah banyak lembaga sosial yang bisa membantu kami untuk mengentaskan orang-orang yang mengidap gangguan jiwa di Kabupaten Lamtim. Target kami, mudah-mudahan ditahun ini kita bisa zero, “tuturnya.
Sementara itu, Kepala PSBL Dharma Guna Bengkulu, Wibowo menyampaikan, menurut data yang ada, saat ini ada sekitar 57 ribu orang diseluruh kabupaten/kota yang mengalami sakit jiwa.
Maka, untuk mengatasi dan penanganannya, saat ini Kemensos saat sedang membuat gerakan stop pemasungan. Karena dari sebagian penderita gangguan jiwa tersebut ada yang dipasung.
Pemasungan tersebut dilakukan karena banyaknya tekanan dari masyarakat sekitar termasuk keluarga.
“Dalam hal ini kita akan mencoba secara bertahap, melakukan penanganan bagi orang yang mengalami gangguan jiwa dan dipasung tersebut. Namun untuk menggalakkan stop pemasungan ini tidak bisa hanya dilakukan oleh satu kementerian saja, hal ini harus didukung semua lembaga yang ada. Seperti di Lamtim, sampai saat ini masih ada 34 orang yang mengalami pemasungan akibat mengalami gangguan jiwa, maka mulai saat ini angka tersebut kita coba minimalisir dengan melakukan pelepasan dan memberikan penanganan di rumah sakit jiwa yang telah ada. Untuk saat ini, kita akan melakukan pelepasan pasung dan akan dievakuasi ke rumah sakit jiwa secara bertahap,”terangnya.
Sambungnya, kenapa hanya dilakukan evakuasi sebanyak 15 orang saja. Karena hal ini sesuai dengan kemampuan daya tampung rumah sakit yang dimiliki.
“Daya tampung rumah sakit jiwa kita hanya sebanyak 80 orang. Jadi untuk saat ini, kita hanya bisa evakuasi sebanyak 15 orang saja dan akan kita lakukan secara bertahap,”pungkasnya. (wyn)





