Cegah Stunting, Dinkes Intervensi ke Desa Lokus

0
677
Perspektiflampung – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) terus melakukan upaya-upaya dalam rangka intervensi stunting (anak kerdil) di 15 Desa lokus stunting Kabupaten Lamtim.
Kepala Dinas Kesehatan Lamtim dr. Nanang Salman mengatakan bahwa pengaruh terbesar balita mengalami stunting akibat kekurangan gizi. Anak stunting akan memiliki tinggi badan dibawah standar pertumbuhan anak normal seusianya. Stunting menjadi ancaman besar bagi negara, karena stunting pada anak balita
dapat mengganggu perkembangan otak (kognitif).
Hal ini akan berdampak menurunkan
prestasi anak dalam pendidikan yang pada akhirnya akan berdampak menurunnya kualitas SDM bangsa Indonesia.
” Untuk itu diharapkan masyarakat dapat merubah prilaku hidup sehat dan dukungan stakeholder terkait sehingga dapat bersama sama menyelesaikan akar masalah penyebab stunting dikabupaten Lamtim,”harapnya.
Lanjutnya, Upaya penurunan stunting melalui pencegahan dan intervensi gizi dilakukan dengan upaya-upaya melalui
pendekatan yang difokuskan kepada ibu hamil dan balita dengan Pelatihan kader pemantauan tumbuh kembang dan pengisian KMS, Pelatihan kader pendamping ibu hamil pada desa lokus stunting, Membentuk Kelompok Pendukung ASI di 15 desa lokus, dan Sosialisasi STBM Stunting.
Tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut, Lanjut dr. Nanang yakni meningkatkan status kesehatan dan gizi masyarakat, serta diharapkan prevalensi stunting di 15 Desa lokus dapat menurun, ditambah dengan akses sanitasi dan air minum yang layak.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama satu tahun dengan tahapan – tahapan berlangsung setiap bulannya. Sehingga diakhir  tahun dapat menyelesaikan semua aksi intervensi stunting di 15 Desa lokus yang ada di Kabupaten Lamtim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here