Kamis, Maret 4, 2021
Beranda PERISTIWA Setelah 11 bulan Tutup, TNWK Akan Dibuka Kembali

Setelah 11 bulan Tutup, TNWK Akan Dibuka Kembali




Perspektiflampung.com – Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur (Lamtim) berencana akan membuka kembali obyek wisata alam yang ditutup sejak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Sebelum mendapatkan izin dibuka kembali, Balai TNWK melakukan simulasi pembukaan tempat wisata, Senin (18/1/2021). Simulasi dimulai dari pintu masuk Plang Ijo, tempat atraksi gajah hingga Rumah Sakit Gajah (RSG).
Bupati Lamtim saat menghadiri simulasi mengatakan tahun 2020 Pemkab Lamtim tidak menggelar Festival Way Kambas dikarenakan terjadi Bencana Nasional Nonalam Covid-19. Hingga saat ini, pandemi Covid -19 belum juga berakhir. “Tempat wisata tetap harus mematuhi protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan di setiap tempat,” kata Zaiful Bokhari.
Ditambahkannya, simulasi yang dilaksanakan Balai TNWK sekaligus untuk melihat kesiapan Balai TNWK dalam menyediakan fasilitas protokol kesehatan. “Setelah di crosscek, fasilitas protokol kesehatan sudah dipersiapkan, untuk pembukaan tempat wisata menunggu izin dari Kementerian Kehutanan RI,” kata Zaiful Bokhari.
Dalam simulasi tersebut juga hadir ketua DPRD Lamtim yang di wakilkan oleh Supriyo, Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan, Dandim 0429 Letkol Kav. Muhammad Darwis, Kepala Kejaksaan Negeri Lamtim Ariana Juliastuty, Kepala Dinas Kesehatan Lamtim dr. Nanang Salman Saleh, Kepala Dinas Pariwisata Junaidi dan kepala BPBD Lamtim Mashur Sampurna Jaya.

Bupati Lamtim didampingi Forkompinda meninjau tempat atraksi gajah saat menghadiri simulasi pembukaan TNWK. (Foto :Fri)

Dikatakan Zaiful Bokhari, dengan ditutupnya tempat wisata TNWK, banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan hidupnya di TNWK kehilanggan pendapatan. “Dengan akan dibukanya kembali TNWK dapat menghidupkan kembali UMKM dengan tetap mematuhi protokol Kesehatan,” kata Zaiful Bokhari.
Sementara PLT Kepala Balai TNWK, Amri mengatakan, sejak ditutup pada bulan Maret 2020 lalu, TNWK kehilangan sekitar 70 ribu pengunjung setiap tahun. “Sekitar 11 bulan ditutup, masyarakat sekitar TNWK sangat terdampak karena tidak lagi dapat berjualan,” kata Amri.
Dijelaskan Amri, TNWK merupakan kawasan konservasi yang berbatasan langsung dengan 23 Desa dari 7 Kecamatan. Pengunjung TNWK dapat melihat Gajah, Badak, Harimau dan Tapir, untuk persiapan dibuka kembali tempat wisata saat ini sudah di sediakan tempat cuci tangan. “Pengelola akan membatasi pengunjung hanya 30 persen, dan pengunjung tidak boleh bersentuhan langsung dengan satwa untuk mencegah penularan Covid-19,” kata Amri.
Lebih lanjut keberlangsungan TNWK tidak lepas dari dukungan masyarakat yang berbatasan langsung dengan TNWK. “TNWK selain melestarikan satwa juga dapat menopang perekonomian masyarakat desa penyangga,” kata Amri. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments