Senin, Mei 10, 2021
Beranda HUKUM & KRIMINAL Waspada, Peredaran Daging Babi Diakui Daging Sapi

Waspada, Peredaran Daging Babi Diakui Daging Sapi




       Perspektiflampung.com –  Masyarakat Lampung Timur di himbau untuk waspada dengan adanya peredaran daging murah selama Ramadhan dan menjelang hari raya.
      Daging murah merupakan daging babi hutan atau celeng di tawarkan kepada masyarakat sebagai daging sapi. Modus peredaran daging tersebut berhasil diungkap Unit Tipiter Satreskrim Polres Lampung Timur, Senin (19/4/2021) malam.
       Kapolres Lampung Timur AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim, AKP Faria Arista menjelaskan terungkapnya penjualan daging celeng berawal dari laporan warga kecamatan Metro Kibang. Warga tersebut curiga dengan daging murah yang di pesannya tidak sesuai dengan permintaan.
       “Warga Metro Kibang memesan daging sapi, ternyata yang di kirim daging babi, kejadian tersebut langsung di laporkan ke Mapolsek Metro Kibang,” kata AKP Faria Arista didampingi Kanit Tipiter Ipda. Hendra Abdulrahman
       Berdasarkan laporan tersebut, unit Tipiter Satreskrim Polres Lampung Timur melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap jaringan peredaran daging babi yang mengelabui konsumen sebagai daging sapi.
       “Ketiga pelaku, Bj (55), AA (21) warga Kecamatan Kasui Kabupaten Way Kanan merupakan bapak dan anak serta TNP (59) warga Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur berhasil diringkus di rumah masing-masing,” kata AKP Faria Arista.
       Dari tangan tersangka juga turut diamankan barang bukti berupa 30 kg daging babi siap edar. “Ketiga tersangka memiliki peran masing-masing dalam distribusi daging babi ke pelanggan,” terang AKP Faria Arista.
        Atas perbuatan tersebut, ketiga tersangka di jerat pasal 62 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 huruf f undang-undang No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. “Ketiga tersangka diindikasi jaringan penjual daging babi di Lampung Timur dengan cara mengakui daging sapi dan dijual dibawah harga pasar,” kata AKP Faria Arista.
       Kasat Reskrim Polres Lampung Timur juga menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh dengan harga murah. Di bulan ramadhan dan menjelang hari raya, kebutuhan daging di perkirakan akan terjadi peningkatan sehingga berdampak pada harga. “Kita harus waspada, hati-hati dengan adanya tawaran daging harga murah,” kata AKP Faria Arista.
       Sementara, tersangka Bj mengaku menjual daging babi dilakukan sejak 6 bulan lalu. Sejak pindah dari Way Kanan 2 tahun lalu bekerja serabutan. “Sebelumnya tinggal di Kasui dan bekerja sebagai petani,” kata Bj saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lampung Timur.
       Ditambahkan Bj, untuk meyakinkan agen dan calon pembeli, dengan di tunjukkan video pemotongan sapi. “Video saya donwload, kemudian saya kirimkan untuk meyakini calon pembeli,” kata Bj. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments