Jumat, Agustus 6, 2021
Beranda POLITIK DPRD Lampung Timur Minta Langkah Kongkrit Gugus Tugas Atasi Lonjakan Penderita Covid-19

DPRD Lampung Timur Minta Langkah Kongkrit Gugus Tugas Atasi Lonjakan Penderita Covid-19

Persektiflampung.com – Dibutuhkan langkah nyata dan ketegasan Satuan Gugus Tugas Penanganan dan Penanggulangan Corona Virus Disease (Covid-19) Lampung Timur dalam upaya pencegahan makin meluasnya penyebaran Covid-19.

Akhir-akhir ini, warga Lampung Timur yang terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan. Penderita Covid-19 saat ini mencapai 1.930 jiwa dan di perkirakan akan terus bertambah jika tidak segera di atasi.

Hal tersebut ditegaskan Ketua DPRD Lampung Timur, Ali Johan Arif, Senin (28/6/2021).  Menurut Ali Johan Arif, berbagai upaya yang dilakukan dan menghabiskan anggaran cukup besar belum berdampak kemajuan dalam penanganannya Covid-19 di Lampung Timur.

Dikatakan Ali Johan Arif, dalam sepekan terakhir, jumlah warga Lampung Timur yang terpapar Covid-19 terus mengalami peningkatan. Untuk itu, Satgas Covid-19 Lampung Timur harus menentukan langkah-langkah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Lampung Timur.

Ditambahkannya, gugus tugas harus melakukan evaluasi dan pengawasan penyebab meningkatnya penderita Covid-19. “Saat ini kerumuman masih terus berlangsung di Lampung Timur, masih diizinkannya hajatan seakan-akan ada pembiyaran kerumunan,” kata Ali Johan Arif.

Lebih lanjut, dalam evaluasi harus diidentifikasi penyebab meningkatnya penderita Covid-19 di Lampung Timur. “Meningkatnya penderita Covid-19 dari kluster mana, setelah diketahui baru lakukan langkah kongkrit, kalau hajatan menjadi klaster ya harus dihentikan dan di larang,” kata Ali Johan Arif.

Selama ini himbauan dari gugus tugas hanya sekedar pemanis, terbukti masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang tidak ditindak. “Instruksi Bupati terkait pembatasan kegiatan masyarakat tidak ada pengaruhnya, pelanggaran jam buka mini market tidak ada sangsinya,” kata Ali Johan Arif.

Untuk penanganan Covid-19, sudah cukup banyak anggaran yang di pergunakan. Pengawasan dan pokso-posko Covid-19 dari tingkat kabupaten hingga desa harus kembali di aktifkan. “Posko Covid, rumah Isolasi yang mengunakan anggaran negara atau daerah tidak optimal, terbukti posko tidak ada penghuninya, warga yang terpapar meningkat rumah isolasi tetap kosong,” kata Ali Johan Arif.

Sementara kepala Dinas Kesehatan Lampung Timur, dr  Nanang Salman Saleh mengatakan penderita Covid-19 di Lampung Timur saat ini mencapai 1930 jiwa dengan tambahan 16 orang dengan jumlah penderita meninggal dunia 136 jiwa.

Tambahan 16 orang tersebut berasal dari Kecamatan Pekalongan 4 orang, Bandar Sribawono 8 orang, Sekampung 2 orang, Purbolinggo dan Pasir Sakti masing-masing 1 orang. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments