Selasa, Oktober 26, 2021
Beranda UMUM Dugaan Pungli Saat Pandemi, MTS N 2 Raman Utara Tuai Sorotan

Dugaan Pungli Saat Pandemi, MTS N 2 Raman Utara Tuai Sorotan

Perspektiflampung – Wali Murid Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 (MTs N) Raman Utara kabupaten Lampung Timur (Lamtim) mengeluhkan terkait adanya dugaan pungutan liar (Pungli) sebesar Rp80.000 dengan dalih pembelian sampul raport siswa – siswi kelas VII.
Katiman selaku kepala Tata Usaha (Ka TU)  MTs N.2 Raman Utara saat ditemui diruang kerjanya, Sabtu (9/10) membenarkan bahwa adanya penarikan dana tersebut melalui wali kelas VII, namun dirinya berkelit  kebijakan tersebut diambil oleh ibu kepala Madrasah.  Karena mengingat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk MTs Negeri 2 Raman Utara tahun anggaran 2021 ada pemangkasan anggaran dari pusat, sebesar Rp123 juta.
Lanjutnya, penarikan dana untuk pembelian sampul raport tidak melalui rapat dengan pihaknya dan itu murni merupakan kebijakan Kepala Madrasah sendiri.
” Untuk pembelian sampul raport saja langsung oleh ibu Lenny Darnisah selaku kepala madrasah. Bahkan kemarin ada beberapa wali murid yang menanyakan langsung kepada saya terkait penarikan dana ini, jawaban saya sama dengan jawaban ini,” ungkapnya.
Selain sudah dilakukan penarikan dana untuk kelas VII, Katiman juga  membenarkan kalau sudah dilakukan pengumuman kepada siswa kelas IX untuk membayar sampul ijazah sebesar Rp100 ribu per siswa dengan jumlah siswa sebanyak 175 siswa.
Dilain kesempatan,  Adi Surya, SH yang merupakan praktisi hukum, sekaligus ketua bidang hukum Pijar Keadilan Demokrasi Lamtim menyoroti apa yang sudah dilakukan Kepala Madrasah yang sudah menciderai dunia pendidikan, apalagi kondisi pandemi seperti sekarang ini.
” Saya meminta dan berharap instansi terkait segara menindak lanjuti permasalahan Pungutan tersebut. Karena sudah jelas sekolah tersebut mendapatkan bantuan BOS yang jelas dalam penggunaanya untuk kegiatan di sekolah tersebut,”tegasnya. (*/rls/tim)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments