Sabtu, Desember 4, 2021
Beranda UMUM Tidak Ada Agama Yang Mengajarkan Terorisme

Tidak Ada Agama Yang Mengajarkan Terorisme

       Perspektiflampung.com, Lampung Timur) – Radikal Terorisme bukan ajaran agama manapun, karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan terorisme.
       Hal tersebut disampaikan Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakid Direktur Pencegahan BNPT RI dalam sosialisasi Membangun Harmonisasi Bangsa di Balai Desa Sidodadi Kecamatan Sekampung Lampung Timur, Rabu (24/11/2021).
       Turut hadir Ken Setiawan mantan teroris yang juga selaku pendiri NII Crisis Center, Ardiansyah tokoh Pers Lampung.
       Dikatakan Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakid, terorisme merupakan perbuatan atau tindakan yang menggunakan ancaman atau kekerasan yang menimbulkan rasa ketakutan  dan teror serta mengakibatkan korban jiwa dan fisik.
       Pelaku terorisme kerap mengatasnamakan agama, yang sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan agama. Terorisme selalu dikaitkan dengan agama tertentu, karena pelaku terorisme sebagian besar merupakan penganut agama tertentu dengan jamaah terbanyak di wilayah tersebut.
       “Radikal terorisme tidak terkait agama apapun. Tidak ada satupun agama yang membenarkannya. Ini terkait cara beragama dan pemahaman agama yang menyimpang. Ini terjadi di suatu negara yang mayoritas agama tertentu,” kata Brigjen Pol. R Ahmad Nurwakid.
       Ditambahkannya, radikalisme mengatasnamakan agama merupakan krisis pemahaman beragama. Kelompok radikal ingin mengganti ideologi Pancasila. Teroris merupakan musuh negara karena melanggar Pancasila dan UU.
       “Radikalisme bukan monopoli satu agama, radikal ada potensi pada masing-masing individu manusia,” kata Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakid.
       “Radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan Islam adalah bohong besar, karena itu hanya untuk mempropaganda Islam, dan untuk memecah belah agama di Indonesia,” pungkas Brigjen Pol. RAhmad Nurwakid.
       Sementara Ken Setiawan mantan teroris yang juga pendiri NII Crisis center mengatakan kelompok radikal di Indonesia bermula dari NII. Pelaku terorisme banyak yang berafiliasi dengan kelompok-kelompok radikal lainnya.
       Untuk mencegah berkembangnya terorisme di Indonesia, perlu waspada dengan informasi yang berkembang. Dapatkan informasi dengan benar, jangan percaya dengan berita Hoaks. “Pelaku terorisme berawal dari menyebarkan informasi yang sesat atau hoks,” kata Ken Setiawan.
       Ditegaskan Ken Setiawan, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian, pelaku terorisme hanya mengatasnamakan agama. “Jangan pobia terhadap agama, pobia terhadap agama akan memunculkan masalah baru,” kata Ken Setiawan. (Fri)




LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments