Harga Di Bawah SE Gubernur, Paguyuban Petani Singkong Lamtim Gelar Audiensi Dengan Sekab

0
425
Paguyuban Petani Singkong Lamtim Audiensi Dengan Sekretaris Kabupaten
perspektiflampung.com-Paguyuban petani singkong Lampung Timur (Lamtim) berharap Pemerintah Daerah memberikan ketegasan terhadap pabrik tepung tapioka.
Pasalnya, hingga saat ini, para pengusaha pabrik tepung tapioka masih belum mematuhi Surat Edaran Guburnur Lampung tentang harga singkong.
Hal itu terungkap ketika Paguyunan petani singkong menggelar audiensi dengan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Lamtim M.Jusuf, Senin 20 Januari 2025.
“Kami butuh ketegasan pemerintah. Jangan biarkan pihak pengusaha pabrik tepung tapioka terus bernegoisasi,”kata Maradoni selaku Ketua Paguyuban Petani Singkong Lamtim.
Maradoni melanjutkan, para petani sangat mengharapkan  pemerintah daerah. Baik eksekutif maupun legislatif segera mengambil kebijakan agar harga singkong sesuai kesepakatan bersama yang telah ditetapkan Pj.Gubernur Lampung. Yaitu, Rp1.400/kg dengan refraksi 15 persen.
Namun, kenyataan di lapangan harga singkong di pabrik justru terus menurun dengan potongan refraksi mencapai 29 persen.
Padahal terusnya, kualitas hasil panen petani tetap terjaga. Selain itu, saat dibawa ke pabrik masih dalam kondisi fres.
“Kami ingin memastikan bahwa kualitas singkong dari petani Lamtim tetap terjaga supaya tidak ada alasan bagi pengusaha untuk bermain,” ujar Maradoni diamini pengurus paguyuban dan perwakilan petani singkong.
Maradoni juga berharap agar pemerintah daerah memberikan perhatian lebih kepada para petani. Khususnya dalam memastikan stabilitas harga dan mendukung akses pasar.
“Kami berharap pemerintah membantu petani singkongbmenghadapi tantangan seperti harga jual yang saat ini menjadi masalah utama dan akses distribusi yang sering menjadi kendala,”imbuh Maradoni.
Menanggapinya, Sekretaris Kabupaten Lampung Timur M. Jusuf, menyambut baik audiensi tersebut. M.Jusuf juga  memberikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya memperjuangkan harga singkong.
Dilanjutkan, Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung sektor pertanian, termasuk petani singkong. Sebab, ini merupakan salah satu komoditas unggulan Lampung Timur.
“Kami akan terus berupaya mencari solusi bersama untuk memastikan kesejahteraan para petani khususnya singkong,” jelas Moch Jusuf.
Sekda juga menyatakan akan berkordinasi dengan Forkopimda dan pihak terkait guna mencari solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan harga singkong.
Itu termasuk kemungkinan pembentukan kebijakan yang dapat melindungi harga singkong agar kembali stabil sesuai SE Gubernur. (rip).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here