Perspektiflampung.com-Belasan penarik delman yang yang biasa beroperasi di Taman Kota Metro mendatangi Kantor Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) setempat, Kamis (27/2).
Mereka berharap, Pemkot Metro memberikan kebijakan agar diperbolehkan kembali beroperasi di seputar Taman Kota Metro. Sebab, lokasi yang disediakan oleh Pemkot Metro bagi penarik delman, yakni di seputar Lapangan Samber, membuat usaha mereka terancam.
Atis Sutisna, warga Kelurahan Hadimulyo Metro Timur, salah seorang penarik delman menyebutkan, lokasi usaha mereka yang disediakan oleh Pemkot Metro, membuat para penarik.delman terancam gulung tikar. “Bagaimana kami bisa hidup, untuk biaya pemeliharaan kuda saja, sehari Rp 20 ribu. Sedangkan, dalam sehari kami narik di Lapangan Samber hanya mendapatkan Rp 30 ribu,” kata Atis Sutisna.
Padahal, pihaknya berharap, para wakil rakyat dapat memberikan solusi agar para penarik delman dapat beroperasi kembali di seputar Taman Kota Metro. “Kami hanya berharap dapat kembali beroperasi di seputar Taman Kota. Ini demi kelangsungan hidup kami dan keluarga,” ucapnya.
Kesempatan yang sama, LSM GMBI Kota Metro melalui ketuanya Slamet Riadi, yang mendampingi para penarik delman ke Kantor Disporapar berharap, Pemkot Metro memberikan peluang usaha bagi rakyat kecil. “Mereka hanya berusaha agar tetap hidup, kata Slamet Riadi.
Menanggapi keluhan tersebut, Kadis Porapar Kota Metro, Ir Yerry Ehwan berjanji, akan berkoordinasi dengan satker terkait, karena persoalan tersebut tidak hanya kewenangan Disporapar. “Selain itu, saya juga mengajak rekan-rekan penarik delman, untuk sama-sama berpikir bagaimana mencari solusi,” ujar Yerry Ehwan. (*)






